<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2257748734632383321</id><updated>2011-04-21T11:27:44.108-07:00</updated><title type='text'>RumahSenja</title><subtitle type='html'>Cerita Tentang Tarian Kehidupan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://dongengsenja.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2257748734632383321/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dongengsenja.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>RumahSenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807755992360314532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp3.blogger.com/_dN526GjLtQI/SCviqf4hcaI/AAAAAAAAAA4/e6KQozGhbbI/S220/poto+gw.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>19</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2257748734632383321.post-5708657148039535936</id><published>2008-12-14T20:51:00.000-08:00</published><updated>2008-12-14T20:55:27.432-08:00</updated><title type='text'>Perempuan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_dN526GjLtQI/SUXi-p9FnNI/AAAAAAAAAFY/9Zn7NY6ZoP0/s1600-h/perempuan+itu.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 288px; height: 292px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_dN526GjLtQI/SUXi-p9FnNI/AAAAAAAAAFY/9Zn7NY6ZoP0/s320/perempuan+itu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279875704203615442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini mata saya terkesiap melihat sebuah tayangan televisi. Tayangan berdurasi lima menit menit kurang itu bertutur mengenai penggerebekan di sebuah hotel melati di kawasan Cirebon. Pada tayangan tersebut diperlihatkan secara gamblang bagaimana para Pekerja Seks Komersil (PSK) itu diserbu dengan para polisi (m)oral dan sejumlah pihak yang mengatasnamakan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya sampai disitu, para juru warta pun ikut-ikutan mengadakan sidang susila dadakan dengan menyorot tubuh telanjang para perempuan. Aksi kejar-kejaran perempuan-perempuan itu dengan aparat yang terhormat dihadirkan bak lelucon slaptik antar anggota srimulat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan miris bergelanyut dibenak saya. Terlepas salah atau tidak mereka, apakah para polisi moral itu berhak melakukan hal-hal yang melanggar batas-batas kemanusiaan?. Apakah karena mereka melakukan zina, lalu mereka berhak dihakimi bak binatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah terbersit di kepala bapak aparat yang terhormat atau aktivis yang agamis bagaimana perasaan anak dan keluarga mereka menyaksikan tubuh darah dagingnya digiring  telanjang bulat. Bagaimana kalau itu terjadi pada anak, istri atau saudara mereka?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan saya selanjutnya, kenapa yang disorot hanya perempuan. Sementara laki-lakinya dibiarkan bebas melenggang –setidaknya dibiarkan mengenakan pakaian terlebih dahulu-. Bukankah sebelumnya mereka –laki laki dan perempuan- yang berasyik masyuk, tetapi kenapa dalam hal ini (terutama pemberitaan tadi) perempuan seolah lebih hina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, perempuan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2257748734632383321-5708657148039535936?l=dongengsenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dongengsenja.blogspot.com/feeds/5708657148039535936/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2257748734632383321&amp;postID=5708657148039535936' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2257748734632383321/posts/default/5708657148039535936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2257748734632383321/posts/default/5708657148039535936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dongengsenja.blogspot.com/2008/12/perempuan.html' title='Perempuan'/><author><name>RumahSenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807755992360314532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp3.blogger.com/_dN526GjLtQI/SCviqf4hcaI/AAAAAAAAAA4/e6KQozGhbbI/S220/poto+gw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_dN526GjLtQI/SUXi-p9FnNI/AAAAAAAAAFY/9Zn7NY6ZoP0/s72-c/perempuan+itu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2257748734632383321.post-6464919819710813237</id><published>2008-11-09T06:49:00.000-08:00</published><updated>2008-11-09T06:51:01.384-08:00</updated><title type='text'>Jatuh Cinta</title><content type='html'>Akhir pekan ini saya memilih untuk menghabiskan waktu sendirian. Satu hal yang jarang saya lakukan ketika masih bersama dia. Ternyata menyenangkan juga menemukan tempat makan yang ingin dikunjungi tanpa harus berkompromi dengan selera orang lain atau berlama-lama di toko buku tanpa harus mendengar deheman kesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bebas dan sepi datang serentak dalam hidup saya. Bebas karena saya tidak perlu merasa bebas karena berhari-hari tidak mengabari seseorang tentang keberadaan saya atau bebas saya tidak perlu melakukan adu argumen seperti pakar ekonomi di televisi. Menghabiskan energi hanya untuk berdebat tentang hal-hal kecil. Intinya hidup saya sekarang lebih nyaman, aman, tentram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersamaan dengan itu, rasa sepi diam-diam merasuk dalam relung hati saya. Handphone saya jadi jarang berdering -bukankah biasanya juga demikian hehehe- tapi tak apalah yg penting rasa cemas itu tak lagi mengganjal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau gue balik lagi ma .... gimana Niks" Tanya saya kepada seorang teman.&lt;br /&gt;"Mang die ngajak lo balik?" teman saya balik nanya.&lt;br /&gt;"Kan gue bilang kalau"&lt;br /&gt;"Ya, gue cuma mo bilang ati-ati aja"&lt;br /&gt;"Ati-ati maksudnya? mang dia lampu lalu lintas" jawab saya sekenanya.&lt;br /&gt;"Maksud gue, ati-ati Mas ...." &lt;br /&gt;siaaaalll umpat saya.&lt;br /&gt;"Mang apa sih yang ngebuat lo suka ma dia Ty" tanya kawan itu lagi.&lt;br /&gt;Saya diam, sama seperti ketika teman lain bertanya mengapa saya masih bertahan dengan mantan padahal dia puluhan kali membuat saya bersimbah air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengutip lagu Agnes Monica, cinta itu kadang-kadang tak logika. Bahkan saya juga tidak bisa menterjemahkan kenapa saya mencintai dia atau hal apa dalam diri dia yang membuat saya termehek-mehek kaya reality show di salah satu stasiun tivi swasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bodoh mungkin, tapi saya punya bukti kalau bukan hanya saya manusia bodoh di muka bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman saya, rela bolak-balik Bogor-Jakarta mengantarkan sang pujaan hati. Karena hanya itu waktu yang mereka punya, maklum sang kekasih sudah berstatus ibu dua anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah marah dan menganggap dia stupid little person. Apa sih hebatnya perempuan itu? Padahal masih banyak perempuan lain yang jauh-jauh lebih baik dari kekasihnya dan secara terang-terangan mencintai dia. Teman itu hanya tersenyum, mungkin dia juga kehilangan kata sama seperti saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain dari kebodohan cinta dilakukan oleh sahabat saya, puluhan kali dikhianati, ratusan kali dibohongi, ribuan kali disakiti tapi tetap menerima lakilaki itu layaknya malaikat suci. Cinta telah membuat mata seseorang jadi buta, masokis dan menghapus semua logika.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyair Tan Lioe Ie pernah mengatakan pada saya kalau ikan di dalam aquarium tak pernah sadar kalau air tempat ia berenang keruh. Sementara orang yang di luar bisa melihatnya dengan nyata. Hal serupa terjadi pada orang yang sedang jatuh cinta. Ngomong-ngomong soal jatuh cinta sudah lama saya nggak jatuh cinta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2257748734632383321-6464919819710813237?l=dongengsenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dongengsenja.blogspot.com/feeds/6464919819710813237/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2257748734632383321&amp;postID=6464919819710813237' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2257748734632383321/posts/default/6464919819710813237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2257748734632383321/posts/default/6464919819710813237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dongengsenja.blogspot.com/2008/11/jatuh-cinta.html' title='Jatuh Cinta'/><author><name>RumahSenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807755992360314532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp3.blogger.com/_dN526GjLtQI/SCviqf4hcaI/AAAAAAAAAA4/e6KQozGhbbI/S220/poto+gw.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2257748734632383321.post-6881436263116785216</id><published>2008-10-12T00:32:00.000-07:00</published><updated>2008-10-12T00:45:14.894-07:00</updated><title type='text'>Ketika Cinta Kadaluarsa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_dN526GjLtQI/SPGp3C1Ac9I/AAAAAAAAAFQ/PDyTou0LWjc/s1600-h/labour_2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_dN526GjLtQI/SPGp3C1Ac9I/AAAAAAAAAFQ/PDyTou0LWjc/s320/labour_2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5256169003235177426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Percayakah kamu segala sesuatu yang bertebaran di atas dunia ini punya batas kadarluarsa. Entah itu benda-benda seperti susu kaleng, roti hingga rasa cinta. Orang lain boleh tidak sepakat dengan pendapat saya, tetapi itulah pemandangan yang saya saksikan selama dua puluh tiga tahun hidup di bumi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Hampir seperempat abad ibu dan ayah saya hidup bersama. Tentulah asal muasal kebersamaan itu adalah cinta. Tetapi seiring berjalannya roda kehidupan, saya melihat cinta yang terjalin diantara mereka mulai pudar, hilang untuk kemudian bertransformasi menjadi rasa sayang dan saling membutuhkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Saya dan pacar saya memutuskan untuk berpisah pekan lalu. Ini perpisahan yang kesekian bagi kami setelah puluhan kali putus nyambung selama dua tahun. Tak seperti yang dulu-dulu saya tidak merasa sakit pada perpisahan kali ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Mungkin ada rasa kesal yang menyelimuti, tapi saya rasa itu lumrah. Kami pernah berjalan bersama selama 720 hari dan sudah semestinya ada perasaan hampa yang bergelayut ketika kebersamaan itu harus diakhiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Saya tidak membenci dia. Saya tahu dia sudah cukup berusaha menjadi yang terbaik. Entah itu dengan mengantar keluarga saya pulang pergi Jakarta-Bandung, mengajak adik-adik saya bermain ke Time Zone atau mengantarkan saya ke rumah sakit tengah malam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Manusiawi jika selama perjalanan kami ada kerikil-kerikil yang melukai. Toh kami memang dua mahluk yang lahir dari agama dan budaya yang berbeda. Mungkin ada nilai-nilai yang dianggap salah oleh saya, tetapi benar menurut pacar saya sehingga mau tak mau terjadilah perselisihan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Perselisihan itu lama kelamaan menciptakan jurang yang memisahkan antara saya dan dia. Makin lama ceruk yang tergali semakin dalam, sehingga tanpa sadar kami sudah berada di jalan yang berbeda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Saya berharap menemukan jalan yang lebih baik saat kami berpisah, demikian pula sebaliknya. Mencari pengganti? Oh sudah pasti. Tapi untuk saat ini lebih baik saya merelaksasi hati, supaya saya bisa lebih bijak dalam menjalani hubungan dikemudian hari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Di masa-masa berkabung ini saya ingin mengucapkan terima kasih untuk orang-orang yang ada buat saya. Untuk Monyet dan DW yang sudah mau diganggu oleh sms saya malam-malam, untuk Bang Toyib yang sudah mengirimi saya coklat dan buku bacaan, Kuncung dan Tante Plinplan yang mau menemani nonton Laskar Pelangi dan shopping heboh di Centro.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dan tentu untuk mantan pacar saya. terimakasih, kita memang pernah punya cerita indah tetapi mungkin sudah tiba masanya kadarluarsa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2257748734632383321-6881436263116785216?l=dongengsenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dongengsenja.blogspot.com/feeds/6881436263116785216/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2257748734632383321&amp;postID=6881436263116785216' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2257748734632383321/posts/default/6881436263116785216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2257748734632383321/posts/default/6881436263116785216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dongengsenja.blogspot.com/2008/10/ketika-cinta-kadaluarsa.html' title='Ketika Cinta Kadaluarsa'/><author><name>RumahSenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807755992360314532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp3.blogger.com/_dN526GjLtQI/SCviqf4hcaI/AAAAAAAAAA4/e6KQozGhbbI/S220/poto+gw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_dN526GjLtQI/SPGp3C1Ac9I/AAAAAAAAAFQ/PDyTou0LWjc/s72-c/labour_2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2257748734632383321.post-6784025760533563902</id><published>2008-10-08T22:22:00.000-07:00</published><updated>2008-10-08T22:31:41.704-07:00</updated><title type='text'>Selingkuh Itu Indah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_dN526GjLtQI/SO2XFzZ3hAI/AAAAAAAAAFI/cHBiYzy6384/s1600-h/barbie2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_dN526GjLtQI/SO2XFzZ3hAI/AAAAAAAAAFI/cHBiYzy6384/s320/barbie2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5255022466165081090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Otak saya sedang “menye-menye”. Maklum, beberapa minggu belakangan ini saya “dibombardir” dengan curhatan beberapa teman tentang pasangannya yang selingkuh. Refleks sirene peringatan otak saya pun langsung berbunyi, &lt;i style=""&gt;jangan-jangan pacar saya melakukan hal yang serupa&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Teman saya yang pertama sebutlah namanya Barbie. Ia cantik, kaya dan mendekati kata sempurna seperti Barbie. Saya berpikir betapa beruntungnya laki-laki yang menjadi pacar Si Barbie, jauh lebih beruntung dari pada laki-laki yang memacari saya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Tetapi belum lama, tiba-tiba pada YM Si Barbie tertulis status, &lt;i style=""&gt;menghapus jejakmu&lt;/i&gt;. Insting gosip saya yang memang sudah terasah sejak lama langsung tanggap. Tanpa tendeng aling-aling saya langsung mengetuk jendela Ym Barbie. Ada apa Jeng, statusnya kok melow banget, tanya saya dengan &lt;i style=""&gt;want t know&lt;/i&gt;nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Seperti membuka keran, lalu mengalirlah curhatan dari bibir seksi Si Barbie (lewat YM tentunya). Sambil termehek-mehek ia bercerita kalau kisah cinta antara dia dan pacarnya sudah selesai. Si pacar terlibat CLBK alias Cinta Lama Bersemi Kembali dengan mantan kekasihnya yang baru pulang dari luar negeri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Gara-gara putus cinta, Si Barbie sempat mengalami depresi berat. Kerjaan di kantor jadi amburadul, matanya &lt;i style=""&gt;pun&lt;/i&gt; sering kelihatan bengkak. Bahkan, kemarin Barbie bercerita kalau dia terkena insomnia, baru bisa tidur setelah ayam berkokok. &lt;i style=""&gt;Walah sampai segitunya ya&lt;/i&gt;, batin saya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kini Si Barbie tengah mencoba merajut kembali serpihan-serpihan hatinya yang sempat terkoyak. Untuk masa penyembuhan itu, ia tak segan-segan merogoh kantongnya dalam- dalam. Entah itu liburan ke luar kota, belanja-belanji, begeol di kafe untuk haha hihi atau dugem sampai pagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Teman lain yang menjadi “korban” perselingkuhan adalah Tante Plinplan. Si Tante memang sempat menjalin hubungan jarak jauh. Pacarnya, Oom Plinplan sempat tinggal lama di negeri seberang untuk menuntut ilmu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Ternyata sang pacar menganut peribahasa, sambil menyelam minum air. Sambil kuliah, cari pacar lain. Fakta tersebut terkuak ketika si pacar pulang ke tanah air. Tentu si tante terkejut, bedanya dengan si barbie, tante tidak bisa berbuat apa-apa karena dia juga melakukan hal yang sama. Mo gimana lagi Ty, gue paham kok kalo dia kesepian disana, kata si Tante dengan bijak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Perasaan saya semakin dag dig dug serr, kalau yang cantik bin kaya saja diselingkuhi apa lagi saya yang tidak cantik dan tidak kaya. Atau lebih baik saya saja yang selingkuh supaya tidak menangis karena diselingkuhi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2257748734632383321-6784025760533563902?l=dongengsenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dongengsenja.blogspot.com/feeds/6784025760533563902/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2257748734632383321&amp;postID=6784025760533563902' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2257748734632383321/posts/default/6784025760533563902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2257748734632383321/posts/default/6784025760533563902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dongengsenja.blogspot.com/2008/10/selingkuh-itu-indah.html' title='Selingkuh Itu Indah'/><author><name>RumahSenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807755992360314532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp3.blogger.com/_dN526GjLtQI/SCviqf4hcaI/AAAAAAAAAA4/e6KQozGhbbI/S220/poto+gw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_dN526GjLtQI/SO2XFzZ3hAI/AAAAAAAAAFI/cHBiYzy6384/s72-c/barbie2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2257748734632383321.post-7245637461984588705</id><published>2008-10-08T05:45:00.001-07:00</published><updated>2008-10-08T05:50:07.149-07:00</updated><title type='text'>Bermain Dengan Sunyi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_dN526GjLtQI/SOysTlWnkrI/AAAAAAAAAFA/RwyV8hgC01U/s1600-h/hujantr6.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_dN526GjLtQI/SOysTlWnkrI/AAAAAAAAAFA/RwyV8hgC01U/s320/hujantr6.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5254764317678998194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Lagi, Jakarta membuat otak saya muntah. Perasaan saya seolah meringis, diiris oleh nyanyian sunyi. Ah, baru tiga hari saya menginjakan kaki kembali ke tanah merah ini, tetapi kenapa jengah sudah memenuhi kepala.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Ada setumpuk pekerjaan yang harus saya kerjakan. Ada sederet perubahan yang ingin saya lakukan. Tapi yang saya lakukan tak lebih dari sekedar diam, dan membiarkan sunyi yang menari-nari. Memamah waktu milik saya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Seminggu di rumah bersama keluarga membuat batin saya tenang. Meski terkadang bayangan laki-laki itu melintas dibenak saya, tak mengapa karena sekarang saya sudah bisa mengusirnya. Tapi ada malu yang pelan-pelan merasup dalam kalbu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Saya malu karena telah membuat ayah dan ibu berpikir kalau saya adalah anak baik. Anak manis yang pantas mereka gadang-gadang di depan keluarga besar. Ah, semoga saja mereka tidak tahu karena saya sendiri malu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Saya seorang yang jauh dari kata sempurna. Berkali saya kehilangan sahabat karena sebuah keegoisan. Saya biarkan mereka berlalu untuk sebuah keangkuhan. Padahal kalau mau jujur batin saya sering berbisik lirih bahwa saya butuh mereka. Tapi saya memilih untuk mendongakan kepala.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Saya memilih larut dalam sepi-sepi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Bermain bersama bayangbayang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kelabu..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Buat semua yang pernah merasa tersakiti baik dengan sengaja ataupun tidak, kali ini saya ingin merunduk sekedar memohon dibukakan pintu maaf.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Nb : Foto ini karya dwi rastafara&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2257748734632383321-7245637461984588705?l=dongengsenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dongengsenja.blogspot.com/feeds/7245637461984588705/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2257748734632383321&amp;postID=7245637461984588705' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2257748734632383321/posts/default/7245637461984588705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2257748734632383321/posts/default/7245637461984588705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dongengsenja.blogspot.com/2008/10/bermain-dengan-sunyi.html' title='Bermain Dengan Sunyi'/><author><name>RumahSenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807755992360314532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp3.blogger.com/_dN526GjLtQI/SCviqf4hcaI/AAAAAAAAAA4/e6KQozGhbbI/S220/poto+gw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_dN526GjLtQI/SOysTlWnkrI/AAAAAAAAAFA/RwyV8hgC01U/s72-c/hujantr6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2257748734632383321.post-1330067817092833753</id><published>2008-09-14T21:24:00.000-07:00</published><updated>2008-09-14T21:34:54.716-07:00</updated><title type='text'>Pria Bermata Kupu-kupu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_dN526GjLtQI/SM3l3WkGXvI/AAAAAAAAADo/U6sLexhM0qM/s1600-h/narcissus.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_dN526GjLtQI/SM3l3WkGXvI/AAAAAAAAADo/U6sLexhM0qM/s320/narcissus.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246101880069054194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;pagi buta kamu sudah menoreh luka pada mata saya&lt;br /&gt;kamu gores retina dan pupil untuk mengeluarkan kupu-kupu dari sarangnya&lt;br /&gt;diterik siang kamu mulai memamah bibir saya&lt;br /&gt;bukan dengan cinta, tapi dengan cuka serta retorika&lt;br /&gt;pekat malam tak menghalangi lakumu mencongkel hati saya&lt;br /&gt;bukan untuk dikoleksi, melainkan dibuang untuk makan anjing&lt;br /&gt;sekarag hanya televisi di kepala saya yang masih nyala&lt;br /&gt;semoga kamu tidak mencabut kabelnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-andai kamu tak serumit rumus aritmatika-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2257748734632383321-1330067817092833753?l=dongengsenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dongengsenja.blogspot.com/feeds/1330067817092833753/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2257748734632383321&amp;postID=1330067817092833753' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2257748734632383321/posts/default/1330067817092833753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2257748734632383321/posts/default/1330067817092833753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dongengsenja.blogspot.com/2008/09/pria-bermata-kupu-kupu.html' title='Pria Bermata Kupu-kupu'/><author><name>RumahSenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807755992360314532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp3.blogger.com/_dN526GjLtQI/SCviqf4hcaI/AAAAAAAAAA4/e6KQozGhbbI/S220/poto+gw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_dN526GjLtQI/SM3l3WkGXvI/AAAAAAAAADo/U6sLexhM0qM/s72-c/narcissus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2257748734632383321.post-3706511227757646979</id><published>2008-09-04T00:30:00.000-07:00</published><updated>2008-09-04T00:41:16.897-07:00</updated><title type='text'>Gaun Pengantin</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_dN526GjLtQI/SL-RAomZ51I/AAAAAAAAADg/Do7DDAc5nNE/s1600-h/pengantin.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_dN526GjLtQI/SL-RAomZ51I/AAAAAAAAADg/Do7DDAc5nNE/s320/pengantin.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242067931367073618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Aku pandangi gaun pengantin berwarna putih yang tergantung di sudut almari. Aku tersenyum. Sudah saatnya gaun tersebut bangkit dari tidur panjangnya. Inilah waktu yang tepat untukku mengenakannya. Waktu menghadiri upacara pemakaman kekasihku, Izal. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kurasa kebahagiaan menjalar dalam rongga dada ketika aku menyentuhnya. Kebahagiaan itu bercampur dengan detak jantung yang berdebar-debar. Aku layaknya seorang perawan yang tak sabar menunggu upacara pemberkatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Debar itu terjadi karena aku ingin tampil sempurna. Aku ingin semua mata terbelalak dan semua lidah berdecak melihatku. Hal yang utama, aku ingin melihat Izal bahagia dihari terakhirnya melihat dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Setidaknya Izal bisa tersenyum melihat orang yang dicintainya tampak cantik. Ia tentu tak ingin melihatku menghadiri upacara pemakamannya dengan mata sembab dan wajah awut-awutan. Aku paham, karena aku tahu betapa Izal mencintai kematian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bila kematian menjadi sajak sendu bagi kebanyakan orang, tapi bagi Izal kematian merupakan saat-saat yang paling dinantikan. Ketika orang lain menganggap kematian sebagai sesuatu yang mengerikan sehingga kedatangannya disambut dengan jerit tangis serta raungan, bagi Izal kematian merupakan saat yang paling membahagiakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ketika orang lain memilih bersembunyi menghindari kematian, Izal malah mencoba untuk mengakrabinya. Bagi Izal bunyi sangkakala merupakan bunyi terindah yang pernah ia dengar, melebihi denting piano maupun gema saxsofons.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dalam kematian Izal berharap dapat mewujudkan impiannya yaitu mendirikan kampung dari potongan kuku. “Apa mungkin aku membangun kampung dari potongan kuku Tya?,” tanya Izal sembari mengelus-elus kepalanya yang botak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Aku kembali tersenyum. Pasti bisa Izal. Kau pasti bisa mewujudkan semua impianmu, bisikku lirih.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Aku begitu mengagumi dan mencintai segalanya tentang Izal. Mulai dari pemikiran, karya termasuk kepalanya yang botak hingga ujung kuku penuh kotoran yang akan dijadikannya bahan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;baku&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; membangun sebuah kampung. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kuku-kuku Izal lebih kuat dari baja. Ia memang bukan Gatot Kaca yang memiliki otot baja tulang besi, tapi dia adalah titisan Sarpakenaka, raksasa perempuan buah cinta Resi Wisrawa dengan Dewi Sukesi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tak seperti jabang bayi biasa, Sarpakenaka keluar dari rahim Dewi Sukesi berupa potongan kuku. Kuku yang keluar beraneka rupa mulai dari yang berukuran kecil, besar hingga sangat besar. Kuku yang keluar tak hanya berupa kuku manusia tapi juga kuku hewan, iblis dan malaikat.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Setelah bersentuhan dengan udara kuku-kuku tersebut kemudian bermetamorfosa menjadi bayi yang sempurna. Meski demikian Dewi Sukesi tetap merasa jijik, ia tetap tak mau menyentuh bayi Sarpakenaka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Hal serupa dialami Izal, sejak lahir ibunya enggan menyentuhnya. Bahkan tubuh Izal yang masih merah dan belum membuka mata digelindingkan begitu saja, hingga sampai di depan pintu rumah yatim piatu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Padahal layaknya Sarpakenaka, Izal lahir dari erangan-erangan serta cakaran-cakaran kuku yang bersumber pada buncahan birahi yang menggerogoti jiwa kedua orang tuanya. Tetapi kemudian Izal ditelantarkan dalam sunyi, tak ada erangan atau cakaran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Izal terlunta, tumbuh menjadi manusia yang haus akan belaian. Ia berkembang tanpa mengenal cinta. Hingga suatu saat Izal berkenalan dengan birahi. Suatu perasaan nyaman ketika kedua selangkangan saling terpatri. Ketika itulah ruh Sarpakenaka merasuk dalam tubuh Izal. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ruh Sarpakenaka menyebabkan Izal memiliki perasaan yang halus walaupun ia seorang laki-laki. Tentu perasaan halus yang dimaksud berbeda dengan tingkah gemulai para presenter yang sering wara-wiri di kotak televisi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Meski tak pernah diajar, Izal memiliki tutur kata yang santun. Layaknya seorang kesatria ia selalu berbicara dengan nada lirih namun mengandung kewibawaan. Karisma Sarpakenaka membuat Izal banyak digemari kaum perempuan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Di usia 25 tahun Izal menikah dengan kemanakan seorang penulis ternama. Cantik nama perempuan itu, nama yang sepadan dengan wajah yang dimilikinya. Resepsi berlangsung dengan meriah, maklum Cantik berasal dari keluarga terpandang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ratusan rekan maupun kerabat kedua mempelai datang menghadiri resepsi. Di hadapan Izal dan Cantik, semua undangan mengucapkan selamat menempuh hidup baru. Mulut mereka berbuih mengumandangkan doa agar keduanya menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warohmah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tapi hidup tak semanis madu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Perjalanan rumah tangga Izal tak semeriah pesta resepsinya. Kecantikan dan harta ternyata bukan jaminan untuk mencipta kebahagiaan. Cibiran maupun lontaran iri menjadi makanan sehari-hari. Suara sumbang seolah menjadi tembakan senapan yang membabi buta, membuat luka dan mengalirkan darah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Belum genap tiga bulan Izal memutuskan untuk membubarkan rumah tangganya. Dalam keadaan penuh luka ia pergi meninggalkan Cantik, meninggalkan apa yang disebut-sebut orang sumber kebahagiaan. Izal memilih untuk pergi dan mencari kebahagiannya sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ketika kecantikan dan harta tak bisa Izal menahan dalam waktu lama, tidak juga kesederhanaan. Tak lama setelah berpisah dengan Cantik, Izal menikahi Kembang, gadis kampung asal Bekasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dari Kembang, Izal mendapatkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Sunya. Tetapi Kembang maupun Sunya belum bisa memberikan kebahagiaan bagi Izal. Ia pun memutuskan untuk kembali pergi. Sebagai bentuk tanggungjawab Izal meninggalkan seluruh hartanya untuk Kembang dan Sunya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bertahun Izal hidup sendiri, ia sadar pernikahan hanya menciptakan sebuah belenggu diri. Di mana sebentuk jiwa akan terkungkung dalam terali. Penikahan bagi Izal seperti orang yang merasa dirinya hidup bertetangga, padahal mereka berada dalam gerbong yang berbeda. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Untuk masalah birahi Izal lebih sering menyelesaikan di kamar mandi. Mencakar diri dengan kuku, lalu mengerang karena selangkangan yang tercekik muntah cairan putih. Bila ada uang lebih terkadang Izal suka ke Cafe Dangdut atau rumah bordil. Tapi ia lebih senang bermimpi tentang serat pakaian wanita Sarpakenaka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Di salah satu cafe dangdut itulah aku bertemu dia. Dalam remang cahaya cafe, Izal tampak mencolok karena aku melihat ada matahari yang bersinar pekat di atas kepala Izal, tepat di bawahnya tampak dua ekor mata bintang serta sesungging senyum aneh. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dari situ aku sadar, Izal memang matahari, pusat tata surya di mana planet-planet berjalan mengitarinya. Aku pun jatuh cinta dan tersihir oleh pesonanya. “Kau tahu di surga tangah musim kemarau,” ujarnya kala itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tak lama kami pun menjadi sepasang kekasih. Tentu tanpa ikatan pernikahan. Agar dapat berjalan berdampingan dengan Izal aku harus rela membumihanguskan impian tentang pernikahan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tapi tak mengapa karena&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Izal masih mempersilahkanku tetap bermimpi tentang gaun pengantin. Bahkan tanpa ragu ia membantuku mewujudkan impian itu, bahkan ia juga terjun langsung merancangnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Maka jadilah sebuah gaun pengantin berwarna putih dengan sebuah sayap. Kenapa satu? Karena Izal mengumpamakan aku sebagai malaikat bersayap satu. Bukan karena aku lumpuh, tapi karena sayap yang satu lagi melekat pada tubuh Izal. “Kau bisa memakai gaun itu pada hari yang paling membahagiakan dalam kehidupanku yaitu pada saat upacara pemakamanku,” ujarnya pada suatu waktu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sejak bersama Izal jiwaku terbelah, sebagian bersarang di tubuhku dan sisanya dibawa oleh dia. Aku hanyut dalam ritmis magis sepi-sepi dunia Izal. Berkawan dengan sahabat karibnya yaitu kematian, sehingga aku dapat menjelaskan dengan gamblang bagaimana keadaan kerak surga dan kerak neraka. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Izal menjejalkan cerita tentang manusia fiksi dalam sel abu-abu, sehingga tak ada lagi ruang kosong dalam otakku. Tak ada kemuraman, selalu ada harapan, sama seperti yang didengungkan Tuhan dalam kitab suci. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Hampir seperempat abad gaun pengantinku tertidur dalam lemari. Meski keinginan memakai gaun pengantin menggetuk sanubariku, tentu aku tak pernah berdoa saat yang berbahagia bagi Izal itu datang dengan cepat. Seperti Sapardi, aku ingin mencintai Izal dengan sederhana. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tanpa kami sadar roda kehidupan begitu kencang bergulir, mengubah detik menjadi menit. Mengganti menit menjadi jam, menyulap jam menjadi hari, hari menjadi minggu, minggu menjadi bulan, bulan menjadi tahun dan tahun pun semakin menua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Hari itu kutemukan Izal terpejam, tapi bukan tidur. Meski sunggingan aneh itu tetap mengulas bibir tebalnya, namun tak ada hembusan udara yang keluar dari lubang hidungnya. Kuperiksa denyut nadinya, kutemukan Izal mati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sesaat aku bingung apakah mesti berbahagia atau berduka. Sebagai kekasih Izal tentu aku berbahagia karena saat yang dinantikannya telah datang. Tetapi mengingat separuh hatiku yang bersemayam di tubuhnya, aku sedih bukan kepalang. Terbayang olehku sulitnya mengatur sepi-sepi yang akan menggerayangi malam-malamku selepas Izal pergi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ingatanku terantuk pada gaun pengantin dalam almari. Sudah saatnya gaun itu kukenakan. Aku dapat merasakan Izal juga merasakan hal yang serupa, ia sudah tak sabar untuk melihatku memakainya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Gaun putih itu terasa sedikit sempit, maklum dua puluh &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; tahun lalu tentulah tubuhku tak sebesar sekarang. Tentulah tak ada kerut atau tumpukan lemak yang mengganggu. Tapi aku tak peduli, sama seperti acuhnya aku menghadapi kenyitan kening orang-orang melihat penampilanku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Aku hanya ingin tampil untuk Izal. Sosok yang kusayangi selama ini. Ketika tubuh Izal yang dibalut kain kafan dimasukkan dalam liang aku bisa mendengar sorak bahagia. Saat tanah merah menutupi liang ku dengar teriakannya, aku sampai pada tepi darimana aku tak mungkin lagi kembali.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2257748734632383321-3706511227757646979?l=dongengsenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dongengsenja.blogspot.com/feeds/3706511227757646979/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2257748734632383321&amp;postID=3706511227757646979' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2257748734632383321/posts/default/3706511227757646979'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2257748734632383321/posts/default/3706511227757646979'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dongengsenja.blogspot.com/2008/09/gaun-pengantin.html' title='Gaun Pengantin'/><author><name>RumahSenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807755992360314532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp3.blogger.com/_dN526GjLtQI/SCviqf4hcaI/AAAAAAAAAA4/e6KQozGhbbI/S220/poto+gw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_dN526GjLtQI/SL-RAomZ51I/AAAAAAAAADg/Do7DDAc5nNE/s72-c/pengantin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2257748734632383321.post-3259902655024838443</id><published>2008-08-31T03:59:00.000-07:00</published><updated>2008-08-31T04:06:44.255-07:00</updated><title type='text'>Marcell dan Agama</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_dN526GjLtQI/SLp7NHAboxI/AAAAAAAAADY/6D7qA6v-0_4/s1600-h/laki.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_dN526GjLtQI/SLp7NHAboxI/AAAAAAAAADY/6D7qA6v-0_4/s320/laki.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5240636581548368658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;“&lt;i style=""&gt;Saya kurang mampu berbasa-basi. Saya adalah pribadi yang punya kecenderungan tertutup. Saya harus merasa aman dan nyaman dulu baru bisa terbuka&lt;/i&gt;”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kalimat di atas saya kutip dari blog Marcell Siahaan, suami penyanyi Dewi Lestari. Membacanya membangunkan ingatan saya tentang Ia. Ia, sosok yang mengisi hari-hari saya dua tahun belakangan ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Ia bukan penyanyi, tapi punya tiga kesamaan dengan Marcell : batak, tertutup dan memiliki rambut ikal &lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;. Dua tahun menjalin hubungan tentu bukan waktu yang singkat, jatuh bangun sampe nyungsep pernah kami rasakan. Entah mengapa dan untuk apa kami masih memutuskan untuk bersama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;“&lt;i style=""&gt;Dia adalah penganut Katolik yang taat, sementara saya adalah muslim yang tidak terlalu taat&lt;/i&gt;”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Perbedaan agama membuat saya ragu untuk melangkah lebih jauh dengan dia. Saya tahu, selalu ada pemakluman-pemakluman atas nama cinta, seperti saya dengan ikhlas menemani dia menjalani kebaktian di Gereja atau dia dengan senang hati menghormati ibadah puasa yang saya lakukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Tapi apa keluarga kami juga bisa melakukan toleransi yang sama? Ibu saya terang-terangan menolak hubungan ini. Tentu butuh ketegaan yang ekstra untuk menyakiti hati perempuan yang dengan sudah susah payah melahirkan dan membesarkan saya. apalagi konon katanya surga ada di telapak kaki ibu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Ibu dan keluarga Ia juga belum tentu suka dengan saya. Mereka pasti lebih senang jika Ia menikah dengan gadis satu gereja yang marga Siahaan atau Manurung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;“Dinding pemisah kalian budaya, bukan agama,” kata Joko Pinurbo saat kami duduk di warung kopi pada suatu senja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Mungkin juga..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Angan saya melayang pada Dia. Dia yang tahun lalu pernah mengemukakan tawaran “gila” pada saya. Tawaran gila yang membuat saya tersenyum bila mengingatnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dia juga katolik, meski tidak taat seperti Ia. Setidaknya Dia pernah memimpin doa waktu ada kebaktian di rumahnya. Keluarga Dia juga cukup plural, seolah agama hanyalah cangkang dan yang terpenting adalah pelaksanaannya. –tidak ada agama yang mengajarkan hambanya berbuat hal buruk-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Ajakan gila yang Dia tawarkan adalah menikah. Iya menikah –bagi orang yang mengenal Dia pasti akan terbahak-. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dia berjanji menikahi saya dengan cara Islam. Dia juga berjanji mengganti kolom agama di KTP &lt;i style=""&gt;nya&lt;/i&gt; dengan tulisan Islam. Tentu hanya di KTP karena jika ingin beribadah tentu Ia akan memilih beribadah dengan cara katolik, Ia sudah berlangganan agama itu selama hampir 30 tahun. Dia juga menyatakan tidak akan keberatan kalau semua anak kami mengikuti kepercayaan saya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;“&lt;i style=""&gt;Kalau kamu butuh imam sholat aja di masjid, nanti kalau anak kamu dah besar kan dia bisa jadi imam kamu. Lagian islamkan bukan sekedar nikah seagama atau nggak makan babi&lt;/i&gt;”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sayangnya hubungan saya dan Dia tak berjalan langgeng. Meski hingga kini kami masih jalan beriringan, namun kami lebih memilih memberi label teman, tak lebih sehingga No hug, No Kiss.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Ia berbaik hati menemani saya nonton jazz dan tak keberatan bila saya berteriak histeris melihat Glenn Fredly. Ia juga tak keberatan untuk merogoh kocek agak dalam untuk sekedar mentraktir makan sea food –i love sea food so much-.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Jujur kadang saya rindu saat-saat bersama Ia. Kadang saya berpikir akan menjawab, yes i will ketika dia mengajukan tawaran seperti tahun lalu. Tapi tawaran itu tak berulang, mungkin takkan pernah berulang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Oya Ia juga punya dua kesamaan dengan Marcell, dia pendiam, tertutup dan berambut ikal –tapi dia Jawa-.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2257748734632383321-3259902655024838443?l=dongengsenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dongengsenja.blogspot.com/feeds/3259902655024838443/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2257748734632383321&amp;postID=3259902655024838443' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2257748734632383321/posts/default/3259902655024838443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2257748734632383321/posts/default/3259902655024838443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dongengsenja.blogspot.com/2008/08/marcell-dan-agama.html' title='Marcell dan Agama'/><author><name>RumahSenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807755992360314532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp3.blogger.com/_dN526GjLtQI/SCviqf4hcaI/AAAAAAAAAA4/e6KQozGhbbI/S220/poto+gw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_dN526GjLtQI/SLp7NHAboxI/AAAAAAAAADY/6D7qA6v-0_4/s72-c/laki.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2257748734632383321.post-1864395870818236217</id><published>2008-08-06T00:33:00.000-07:00</published><updated>2008-08-06T01:36:07.547-07:00</updated><title type='text'>Lelaki Paruh Baya dan Eksotisme Pria Jawa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_dN526GjLtQI/SJlV7Z7giGI/AAAAAAAAADQ/aa65uT6yKz4/s1600-h/Barisan+Prajurit.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_dN526GjLtQI/SJlV7Z7giGI/AAAAAAAAADQ/aa65uT6yKz4/s320/Barisan+Prajurit.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5231306921228666978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Jika para perempuan sering berteriak histeris melihat kegtampanan Dude Herlino atau tubuh liat VJ Evan, entah kenapa beberapa waktu belakangan ini saya lebih tertarik dengan lelaki-lelaki berusia matang. Penampilan yang matang ditambah kerut serta gurat-gurat diujung mata malah menambah kesan seksi mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Perubahan selera saya terhadap laki-laki, mungkin terjadi seiring bertambahnya usia –halah kaya umur gue berapa aja- . Jika beberapa waktu lalu saya bisa orgasme melihat laki-laki tipe pemain band seperti Armand Maulana atau Erik Samsons, tapi kini mereka terlihat biasa saja dimata saya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Tapi tentu bukan sembarang lelaki berusia matang yang membuat saya tertarik. Banyak laki-laki berusia matang yang berstatus singel, duda maupun doubel berceceran disekitar saya, sayangnya tak satupun yang memancing harsat saya untuk menggoda. Ketika menjalankan tugas, tanpa diduga satu dua kali saya bertemu dengan lelaki berusia matang yang memiliki pesona luar biasa dan kebanyakan mereka berdarah Jawa. Ah, saya masih terkena kutukan eksotisme pria Jawa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Lelaki matang yang pertama kali membuat saya jatuh cinta adalah sutradara Garin Nugroho. Saya pertama kali bertemu dan berkenalan dengan sutradara Opera Jawa di sebuah cafe dibilangan Veteran. Awalnya saya cukup &lt;i style=""&gt;keder&lt;/i&gt; untuk menghampiri ayah tiga orang anak ini, maklum Garin merupakan tokoh perfilman tanah air yang saya anggap hebat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Meski banyak pendapat yang mengatakan film-film Garin sekedar onani dan hanya dimengerti segelintir orang, namun saya tetap melihat sosok kelahiran Yogyakarta 6 Juni 1961 ini sebagai maestro dibidangnya. Dengan mengumpulkan keping-keping keberanian saya menghampiri ayah dari Kamila Andini ini. “Oh kamu anak buahnya Taufik Rahzen,” ujarnya ramah ketika saya menyebut di institusi mana saya bekerja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Obrolan panjang kemudian mengalir, Garin bertutur mengenai pengalaman masa kecilnya yang pelupa, ayahnya yang dituduh PKI hingga romantisme percintaannya. “Aku menikah dengan sahabat adikku,” kata pria yang pernah diisukan memiliki anak hasil penikahan sirinya di Bandung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Saya terpesona, benar-benar terpesona. Apalagi ketika Garin mulai mendongeng tentang film, pasar dan bunuh diri. Ada sisi lain yang belum pernah dijamah oleh otak saya tersaji dengan manis melalui penuturannya. “Kamu harus merasakan sakit, dengan merasakan sakit kamu akan merasa hidup” ujar Garin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Jarum jam berdentang sepuluh kali, tanda malam semakin larut. Sebenarnya saya enggan undur diri, tapi bagaimanapun saya harus pulang. Saya meninggalkan Garin dengan segala pesonanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Lelaki kedua yang membuat saya tertarik adalah penyair Afrizal Malna. Sebelum berkenalan dengan laki-laki berkepala plontos ini saya terlebih dahulu membedah karya-karyanya, namun saya belum merasakan getar istimewa. “Tak ada anjing dalam rahim ibuku”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Saya bertemu langsung dengan lelaki kelahiran Jakarta, 7 Juni 1957 pada sebuah pelatihan penulisan essay sastra yang diadakan beberapa waktu lalu di Solo. Sebetulnya Afrizal tak dijadwalkan hadir, namun karena pembicara lain Katrin Bandels tidak bisa hadir maka pria berdarah padang ini didaulat untuk menggantikannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Afrizal memperlakukan puisinya sebagai instalasi kata-kata dan mozaik gambar-gambar yang tak selalu saling punya hubungan linier ataupun ikatan antarkata dan antarfrasa yang tertib dan masuk akal, sehingga struktur bangunan dan logika puisinya cenderung fragmentaris dan sering absurd, cenderung tak hendak menyerupai suatu bangunan bahasa yang integral dan cocok dengan segala hukum representasi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Tak hanya ketika menulis, ketika bercakap dengan Afrizal saya juga harus ekstra waspada dan siap-siap untuk melompat ke sana dan ke sini, agar bisa tetap mengikuti arah bahasa dan tebaran imajinasi dalam arus lalu lintas penulisan puisinya. Tapi hal itu menyenangkan, sebagaimana mencicipi strobery di atas kue tar. Secara tidak langsung Afrizal mengajarkan saya bahwa menjadi tidak jamak itu menyenangkan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Beberapa pekan lalu Afrizal berkunjung ke Jakarta –walau dalam alam pikirannya ia tidak mengenal kota- Kami kembali bercakap panjang di rumahnya yang asri di kawasan Blok M. Karena kemacetan ibu kota saya terlambat satu jam, tapi Afrizal tetap menyambut dengan senyum ramah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kami berbincang seolah telah sekian puluh tahun saling mengenal –padahal saya baru kenal dia dalam hitungan bulan- Secangkir capucino menemani obrolan kami, “Awas panas,” ujarnya sembari terkekeh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Afrizal membuka mata saya tentang dunia lain yang tak tersentuh. Perhatiannya dengan hal-hal kecil membuat saya terbelalak kagum. Bagaimana seorang perempuan tua yang menanam tomat bisa menjadi cerita yang menarik. Atau dongeng liris tentang kematian kedua orang tuanya dan bagaimana rasanya menjadi orang minang yang terbuang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sayang siang itu saya harus bertemu dengan kepala BKPM&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Lutfie, suami dari artis artis cantik Bianca Adinegoro. Kalau tidak pasti saya bisa lebih lama terbuai dengan cerita Alice In The Wonderland ala Afrizal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Lelaki berikutnya yang menarik perhatian saya adalah Seno Gumira Ajidarma. Sejak duduk dibangku kuliah saya sudah berkenalan dengan pencipta tokoh Sukab ini. Bermula ketika seorang pangeran dari negeri senja –damn, gue belon bisa lupa ma ni orang- memberi buku Sepotong Senja Buat Pacarku, saya langsung jatuh cinta pada Seno melalui karya-karyanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Saya baru diizinkan Tuhan bertemu dengan pria kelahiran Boston 19 Juni 1958 ketika pengujian Undang-undang Perfilman di Mahkamah Konstitusi Jakarta. Waktu itu ayah dari Timur Angin ini jadi saksi yang diajukan Masyarakat Film Indonesia. Meski &lt;i style=""&gt;nggak&lt;/i&gt; sempat &lt;i style=""&gt;ngobrol&lt;/i&gt; lama, saya cukup terpana melihat sosok fotografer yang masih tampak menarik diusianya yang memasuki setengah abad.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Senin malam kemarin saya kembali bertemu dengan lelaki berusia matang tetapi masih menarik. Dia adalah Andreas Darwis Triadi. Di awal pekan, ayah dua orang putri ini tampak asyik menikmati malam syahdu dibalut alunan denting piano. Dari balik cahaya temaram yang membasahi Fashion Bar pemilik Darwis Triadi School of Fotography ini terlihat lebih mempesona. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Seperti biasa awalnya saya ragu untuk menghampiri pria kelahiran Solo 15 Oktober 1954 ini, namun keramahannya menyapa satu dua pengunjung yang datang membuat saya berani untuk nekat. Tak seperti yang saya bayangkan, ternyata penyuka jajanan pasar ini merupakan pribadi yang menyenangkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Tanpa sungkan ia berbagi cerita, mulai dari kisah masa kecilnya yang berasal dari keluarga sederhana hingga jatuh bangun usahanya meniti karir. “Saya pernah merasakan menjadi orang susah, bahkan untuk bayar sekolah saja sulit,” ujarnya sembari menghisap rokok yang terselip antara telunjuk dan jari manisnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Saya ragu ketika apakah Darwis mau menjawab ketika saya bertanya mengenai masalah rumah tangganya. Darwis sempat tertunduk, kemudian kata-kata mengalir dari bibir hitamnya. “Saya pernah mengalami beberapa fase sulit dalam hidup, tapi saya memang selalu mempersiapkan diri untuk sesuatu yang terburuk,” kata Darwis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kini Darwis mengaku tengah berusaha bangkit kembali, mengumpulkan puing yang sempat hilang. Untuk melewati masa-masa itu tentu ia butuh teman, setidaknya seseorang yang bisa diajak berbagi. “Saya punya teman dekat, tapi belum berencana untuk menjalin lebih dari itu,” tutur dia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Duda Keren&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dua sosok lain rentang usianya tak terlalu jauh dengan saya, tapi bisa terbilang cukup matang. Mereka tampak memikat dengan segudang prestasi dibidang yang digelutinya. Sebut saja nama Dimas Djayadiningrat dan Hanung Bramantyo. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dimas saya temui disuatu malam menjelang pagi. Meski tampak lelah sepulang syuting iklan di luar kota, mantan kekasih penyanyi Shanty ini tetap berceloteh dengan seru. Tak hanya lesunya industri video klip tanah air yang dituturkan pria kelahiran 24 Agustus 1973 ini, tapi juga mengenai perjalanan karir serta sikap perfeksionisnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Ditengah percakapan Dimas berujar, “Umur lo berapa &lt;i style=""&gt;sih&lt;/i&gt; Ty.” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;“23” jawabku singkat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;“Anjir beda 13 tahun, pantesan gue berasa &lt;i style=""&gt;ngobrol &lt;/i&gt;ma ABG,” ujarnya sembari tergelak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;“Yee bukan gue yang ABG, tapi lo nya yang tua”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dimas juga tampak tersipu ketika aku mengaku mengikuti perjalanan karirnya sejak awal, rese lo Ty, hanya itu yang diucapkan untuk menutupi raut wajah yang semu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Hanung saya temui disebuah mall di Jakarta. Awalnya saya hanya berniat wawancara lewat telpon, namun ternyata kekasih Saskia Adya Mecca ini mau menyempatkan diri untuk bertemu langsung. “Saya ada di XXI PIM II nanti sore, kita ketemu disana &lt;i style=""&gt;aja,”&lt;/i&gt; kata Hanung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Petang itu Hanung tampak menarik dibalut kemeja putih dan celana jeans. Setelah membeli tiket kami memutuskan untuk membunuh waktu di cafe terdekat. Hanung memesan hot lemon tea dan saya memesan segelas capucino dingin. Ternyata sutradara film Ayat-ayat Cinta ini memiliki kisah perjalanan hidup yang tak kalah fenomenal dari film besutannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Cinta, datang dan pergi menghampiri pria berdarah Jawa ini. Hanung sempat menikah pada usia muda hingga dikaruniai seorang anak bernama Bumi. “kami memutuskan untuk berpisah, ternyata untuk menjalin sebuah hubungan tak cukup hanya bermodalkan cinta,”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Ia juga menunjukkan cerita pendeknya yang berjudul layang-layang. Ceritanya cukup menarik dan “liar”. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;“Dari pengalaman pribadi,” tanyaku. Hanung hanya tersenyum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Puih, sebenarnya ada satu sosok lagi. Tapi secara usia dia belum terbilang matang, baru memasuki kepala tiga. Dia bukan orang terkenal, yang kalau namanya disebut orang akan langsung tahu. Dia hanya penulis tidak terkenal dari Yogya. Perawakannya juga tidak istimewa, meski seorang teman mengatakan sekilas dia mirip Piyu Padi –saya curiga mata teman saya menderita katarak-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Saya mengenal dia sekitar dua tahun silam, tapi kami baru dekat sekitar setahunan. Dalam rentang itu hubungan kami fluktuatif dan selalu berputar pada lingkaran setan. Saya ingin dia pergi dari kehidupan, tapi sesaat kemudian sayalah yang berteriak ingin dia kembali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Akhir bulan Juni silam Tuhan memberikan kado istimewa bagi saya, yaitu bersama dia. Memang tak lama, hanya sekitar tiga jam. Tapi saya bahagia, meski setelah itu dia kembali menghilang... &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2257748734632383321-1864395870818236217?l=dongengsenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dongengsenja.blogspot.com/feeds/1864395870818236217/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2257748734632383321&amp;postID=1864395870818236217' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2257748734632383321/posts/default/1864395870818236217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2257748734632383321/posts/default/1864395870818236217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dongengsenja.blogspot.com/2008/08/lelaki-paruh-jawa-dan-eksotisme-pria.html' title='Lelaki Paruh Baya dan Eksotisme Pria Jawa'/><author><name>RumahSenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807755992360314532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp3.blogger.com/_dN526GjLtQI/SCviqf4hcaI/AAAAAAAAAA4/e6KQozGhbbI/S220/poto+gw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_dN526GjLtQI/SJlV7Z7giGI/AAAAAAAAADQ/aa65uT6yKz4/s72-c/Barisan+Prajurit.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2257748734632383321.post-6722595244968055568</id><published>2008-08-04T00:16:00.000-07:00</published><updated>2008-11-15T07:46:23.567-08:00</updated><title type='text'>Ode Buat Monyet</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_dN526GjLtQI/SJavWvQ1j5I/AAAAAAAAADI/6kMgWzzPya0/s1600-h/Jinny_Joe_Fairy.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_dN526GjLtQI/SJavWvQ1j5I/AAAAAAAAADI/6kMgWzzPya0/s400/Jinny_Joe_Fairy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5230560822416478098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;“Aku pamit. Semoga loe bisa mempertahankan idealisme sebagai seorang jurnalis di kota yang &lt;i style=""&gt;suck&lt;/i&gt; kaya Jakarta”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Pesan pendek itu masuk dalam telepon genggamku jam1 dini hari. Setengah sadar ku baca, ada hampa yang menggenang di kepala. Satu lagi sahabat hilang ditelan oleh monster bernama Jakarta, tanah merah yang telah berganyang beribu kepala.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;*****&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Urban Jazz Crossover, sebuah acara musik yang mengawinkan antara jazz dengan musik-musik urban seperti rock, pop, hip-hop bahkan dance. EQ Puradiredja, sang sutradara di balik layar menawarkan sebuah Ide gila dengan mengubah lagu Radja yang berirama rock menjadi swing atau membawakan Smell Like Teen Spiritnya dengan alunan saxsofon.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Aku, salah satu manusia urban yang ikut menyempal kepadatan kota Jakarta tertarik menonton pertunjukkan akrobat musik tersebut. Meski tak yakin bisa mencerna alunan musik kelas atas tersebut, setidaknya aku bisa melemaskan urat syaraf yang enam hari kebelakang dipaksa untuk terus tegang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Tapi tentu saja aku tak mau konyol tenggelam diantara para sosialita, aku butuh satu orang teman yang kastanya sederajat untuk menemaniku menikmati pertunjukkan itu. Maka ku kirim pesan pendek pada dua orang teman Gendut dan Monyet berisi ajakan untuk menonton.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Lima menit, setengah jam, tiga jam tak ada jawaban. Mungkin mereka malas menemani, tapi juga enggan berbasa-basi menolak. Tidak membalas pesan merupakan salah satu cara jitu untuk menolak ajakan. Kantuk semakin pekat hinggap dimataku, aku menyerah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Dengan mata sayup yang masih terbuka setengah, kuambil telepon genggam yang mencicit dengan rakus. Sebuah pesan pendek tertulis dilayar monitor : “Maaf&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;aku &lt;i style=""&gt;nggak &lt;/i&gt;bisa Tet. Besok aku pulang ke Yogya, tanggal 23 aku &lt;i style=""&gt;resign&lt;/i&gt; dari HOL”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Masih setengah ling-lung ku letakkan kembali alat komunikasi yang sudah menjadi kebutuhan primer abad 21 ini. Ku biarkan tubuhku kembali rebah, sementara benakku melayang kepada dia serta jalinan yang pernah diuntai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Dia, pria sederhana yang membuat aku jatuh cinta pada Jawa. Pada tubuhnya kutemukan dua kutub yang saling bertentangan, antara feodalisme khas Jawa dan keterbukaan &lt;i style=""&gt;ala &lt;/i&gt;barat. Semua menyatu dalam sel abu-abu yang ada di kepalanya dan menjadi daya tarik tersendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Awalnya aku menganggapnya lelaki biasa, dijual obral sepuluh ribu empat dan bisa dengan kudapatkan dengan mudah di emperan Senen atau Pasar Baru. Laki-laki dengan mulut penuh ular-ular kebusukan yang selalu haus akan selangkangan atau laki-laki yang bisa membuatmu mati kebosanan, karena omongannya mirip dengan khotbah jumat di DPR. Underestimate maupun apriori menjadi bagian dalam diriku semenjak dua tahun menetap di Jakarta, ah lagi-lagi aku menyalahkan kota tempatku mencari makan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Aku lupa dari mana kedekatan itu berawal, tahu-tahu kami sudah terjebak dalam perdebatan realis magisnya Marques. Tiba-tiba saja masing-masing dari kami sudah punya panggilan sayang, dia ku panggil monyet dan dan dia memanggilku Kuntet.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Dia teman yang menyenangkan untuk diajak menghabiskan malam-malam Jakarta. Sedikitnya tawa kami yang mengembang di langit-langit Jakarta mengurangi kadar karbondioksida maupun timbal yang keluar dari pantat dinosaurus berlabel mercy, mikrolet ataupun bajaj.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Sebotol bir atau secangkir kopi kerap kali menjadi teman kami bercerita, mulai dari kisah Soeharto yang mangkir tiga minggu waktu dipanggil Tuhan. Sehingga bukan hanya wartawan atau perawat yang bergantian berjaga tapi juga malaikat maut. “Jangankan dipanggil jaksa agung, dipanggil Tuhan aja Soeharto mangkir,” ujar dia kelakar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Dan aku tersenyum mengingatnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Pernah suatu saat kami membahas mengenai seks dan selangkangan. Monyet berpikir seharusnya manusia tidak perlu menganggap seks sebagai sesuatu yang tabu dan istimewa. “Perlakukan seks layaknya kebutuhan biologis lainnya seperti makan, minum atau buang air,” ujarnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Bukankan makan, minum maupun buang air juga memiliki aturan yang harus ditaati. Kalau tidak mau muka bengkak-bengkak biru atau setidaknya diteriakin maling, untuk makan di restoran tentu harus membayar –kalau &lt;i style=""&gt;nggak &lt;/i&gt;pasti wartawan yang sedang ikut konpes &lt;/span&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Wingdings;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;- &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Begitu pula kalau buang air, orang waras tentu tidak akan buang air di sembarang tempat. Meski sudah kebelet, setidaknya ia akan memilih tempat tertutup dan sepi. “Tentu lo &lt;i style=""&gt;nggak &lt;/i&gt;akan beol di depan kelas &lt;i style=""&gt;kan&lt;/i&gt;,” kata Monyet.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Seks seperti makan, tergantung selera. Selera juga bisa datang begitu saja, tanpa alasan yang logis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Huh Monyet, lelaki bertubuh padat yang kerap mengundang birahi para perempuan – ingat waktu kita dugem di X2 banyak tante yang ngedeketin lo &lt;/span&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Wingdings;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;- . “Lo &lt;i style=""&gt;tuh &lt;/i&gt;asik untuk diajak temenan dan diajak tidur, tapi bukan untuk dipacari,” ujarku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;“Sok tau lo, mang pernah pacaran ma gue. Lagian gue juga &lt;i style=""&gt;nggak &lt;/i&gt;mau tidur ma lo”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;“ya udah kita pacaran aja untuk membuktikannya” tantangku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;“Hua jauhkan gue dari mimpi buruk itu” kata Monyet yang gue yakin bukan dari hatinya yang terdalam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;****&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Sepekan setelah kepergiannya kuputuskan untuk menghubungi Monyet. Ku tekan nomor yang sudah kuhapal di luar kepala.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;“Lo baik-baik &lt;i style=""&gt;aja&lt;/i&gt; kan”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;“Yups”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;“Syukurlah..” dan kami bercerita panjang tentang obsesi dan alasannya meninggalkan belantara Jakarta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;“Kalau lo baik-baik aja, gue dukung lo pindah Nyet” ujarku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;“Kalau lo &lt;i style=""&gt;nggak&lt;/i&gt; dukung mang &lt;i style=""&gt;ngaruh&lt;/i&gt; buat gue,”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Monyet &lt;i style=""&gt;nggak &lt;/i&gt;berubah dan semoga &lt;i style=""&gt;nggak &lt;/i&gt;akan berubah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;“Btw Nyet, gue masi pengen makanan Yogya lho,”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2257748734632383321-6722595244968055568?l=dongengsenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dongengsenja.blogspot.com/feeds/6722595244968055568/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2257748734632383321&amp;postID=6722595244968055568' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2257748734632383321/posts/default/6722595244968055568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2257748734632383321/posts/default/6722595244968055568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dongengsenja.blogspot.com/2008/08/ode-buat-monyet.html' title='Ode Buat Monyet'/><author><name>RumahSenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807755992360314532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp3.blogger.com/_dN526GjLtQI/SCviqf4hcaI/AAAAAAAAAA4/e6KQozGhbbI/S220/poto+gw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_dN526GjLtQI/SJavWvQ1j5I/AAAAAAAAADI/6kMgWzzPya0/s72-c/Jinny_Joe_Fairy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2257748734632383321.post-8304579997931280454</id><published>2008-06-19T04:05:00.000-07:00</published><updated>2008-11-15T07:46:23.754-08:00</updated><title type='text'>Senja Di Balik Jendela</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_dN526GjLtQI/SFpBpCcdhGI/AAAAAAAAADA/EaNLnMnshHs/s1600-h/menunggu%2Bsenja.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_dN526GjLtQI/SFpBpCcdhGI/AAAAAAAAADA/EaNLnMnshHs/s400/menunggu%2Bsenja.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5213551691921458274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Centaur;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Centaur;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;“&lt;i style=""&gt;Nothing takes the flavor out of peanut butter quite like unrequited love&lt;/i&gt;”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;Tiara masih duduk ditepi jendela, memandangi jakarta yang basah. Tetes rinai hujan beberapa masih jatuh dari langit berwarna abu-abu. Tuhan sepertinya sedang menyukai warna abu-abu, batin Tiara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;Jauh dibawah sana, puluhan bahkan ratusan binatang bertubuh besi berjejer mengantri. Bagi yang tak sabar, mencoba menyalip dari kanan atau kiri. Tett..tett..anjing..pukimak kau, segala caci maki dan kata-kata kebun binatang terucap. Anehnya, kata-kata kasar itu bukan hanya terlontar dari bocah bertubuh ceking yang menawarkan ojek payung, atau bapak penjual rokok dengan tangan bertato, tapi juga dari pria berdasi di dalam mobil mercy. “Ah, apa mungkin mulut pria itu tak sempat mengecap bangku sekolahan.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;Tiara diam, seharusnya dia berada dibawah sana berjibaku melewati kemacetan Jakarta. Tapi ada sesuatu yang menahannya disini, di dalam ruang 3x6 berwarna jingga dengan pintu berwarna cokelat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;Ia menyukai jingga, sebagaimana ia menyukai senja. Semburat yang memberikan langit warna berbeda. Dimana ada senja, disitu ada keping merah jambu yang turun perlahan, pelan-pelan dia tenggelam dan akhirnya hilang dibalut malam. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;Tak ada yang tahu kapan pemandangan senja kembali. Tiara jadi berpikir, mungkin itu yang membuat Sukab jadi kalap untuk memotong senja dengan pisau lalu menempelkannya pada sebuah kartu pos, dan mengirimkan pada kekasihnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;Tetapi sayangnya senja itu sampai terlambat karena tukang pos tergoda untuk membukanya, dan tenggelam di negeri senja hingga ribuan tahun. Dan lebih menyakitkan lagi, perempuan itu tidak mencintai sukab. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;“Sukab tidak salah, demikian juga tukang pos itu, keindahan senja memang luar biasa, bahkan membuat buta dan menuntut sebuah kegilaan. Kegilaan sama akan kau rasakan ketika jatuh cinta,” tutur Tiara disuatu ketika.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;Kegilaan yang sama memacu Romeo dan Juliet, serta Roro Mendut serta Pronocitro menjadikan mati bersama sebagai sesuatu yang indah. Beratus cerita, beribu lagi muncul sebagai ekspresi dari perasaan cinta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;Tapi bagaimana bila cinta itu tak berbalas, seperti cinta Datuk Maringgih pada Siti Nurbaya atau cinta Brutus pada Olive. Adakah yang mau tahu perasaan mereka, rasanya tidak, orang lebih suka membahas cinta yang berakhir bahagia, tak ada tempat untuk memikirkan nasib cinta yang bertepuk sebelah tangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;******&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;Mayang menatap genangan air di tepi jalan, begitu deras, memaksa mengalir kedalam got-got penuh sampah. Diatasnya tampak sekelompok anak bertelanjang dada bermain bola, cipratan air berwarna cokelat tua itu seolah ramuan bisa membuat mereka tertawa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;Mereka basah, dingin dengan sigap merayap di tubuh ceking berwarna legam. Mayang tak yakin perut-perut buncit itu telah penuh diisi nasi, ia lebih yakin jika perut-perut buncit itu berisi cacing. Tapi Mayang melihat mereka bahagia, tak seperti dirinya yang meskipun kering dan hangat, tapi tetap saja seperti ruangan hampa udara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;Telepon genggam Mayang berderit, ia pun kembali terhempas ke dunia nyata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;“Aku mau ke Yogya minggu depan”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;“Ngapain?” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;“Ketemu kamu”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;“Jangan, nanti saja biar aku saja yang ke Jakarta”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;“Tapi aku kangen kamu”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;“Aku juga kangen,tapi..”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;Tut..tut..tut baterai yang habis menutup paksa pembicaraan dengan tidak sempurna. Mayang kembali diam, ada riak-riak yang bergelanyut dibenaknya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;“Ke stasiun Pak” ujarnya memerintah supir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;*******&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;Dewa menatap langit-langit kamar bertabur &lt;i style=""&gt;glow in the dark&lt;/i&gt;. Hanya langit-langit bukan langit yang bertabur bintang. Tak ada cahaya putih bulan, cuma cahaya lampu neon yang menyelinap dari balik tirai jendela.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;“Kamu mikirin dia” tanya gadis dalam peluknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;“Tadi siang aku nelpon dia”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;“Terus”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;“Dia mau ke Jakarta”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;“Wah berarti aku nggak bisa nginap lagi disini dong”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;Dewa tak menjawab. Diciumnya rambut si gadis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;Si gadis menghela nafas. Dewa bisa mendengar ada luka disana. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;Dipereratnya pelukan ketubuh si gadis. Kulit yang telanjang saling bersentuhan, birahi pun terpercik. Si gadis mencium bibir Dewa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;“Ayo tidur besok kamu harus wawancara” kata Dewa menghentikan saat bibir si gadis mulai merambat ke dada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;Si gadis langsung berbalik. Api birahi serta merta padam. Bulir bening mengalir dari kedua matanya yang legam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;*******&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;Tiara memandang lekat-lekat perempuan dihadapannya, seakan ingin menguliti apa yang ada di setiap incinya. Legam matanya jelas memancarkan sebuah luka bercampur tanya yang membaluri hatinya. Apa yang dimiliki perempuan ini, sehingga laki-laki itu betul-betul bertekuk lutut, apakah ia Medusa dengan hiasan ular di kepala&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ataukah Dewi Sri, yang menentukkan kesuburan padi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;“Bisa kita mulai wawancaranya?” tanya perempuan itu sembari menatap mata Tiara. Tiara tahu jawabannya. Perempuan itu Medusa, ia bisa melihat ada bisa disela giginya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;Tiara yakin dibalik rambutnya yang terurai panjang bersembunyi ular-ular kecil yang mematikkan. Pasti, salah satu ular itu yang menghisap seluruh cinta dalam tubuh Dewa dan tak menyisakan setitik pun untuk Tiara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;Tiara yakin dan ia benci itu. Ular-ular itulah yang menemani Dewa tidur tadi malam. Ular-ular itulah yang mencium serta melumat habis bibir Dewa. Tak hanya itu Tiara yakin ular-ular itu pasti nakal, mereka akan menyusup ke balik selimut lalu masuk diantara dua selangkangan dan menghisap sari-sari kehidupan Dewa sampai kering. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;Tiara yakin, namun ia tak bisa mencegahnya. “Apa yang membedakan novel anda dengan novel lain yang spernah ada,” hanya itu yang terlontar dari bibirnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;*******&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;“Tadi aku diwawancara perempuan bermata legam sama seperti lukisanmu, entah mengapa perasaanku yakin kalau kau mengenalinya”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;Dewa diam. Ia tahu perempuan bermata legam itu Tiara, sama dengan perempuan dalam lukisannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;“Ada banyak perempuan bermata legam di Jakarta”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;“Tapi entah mengapa aku yakin dia yang ada dalam lukisanmu”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;“Kau cemburu?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;“Iya, kau tahu betapa aku mencintaimu”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-family:Centaur;font-size:130%;"&gt;“Tapi aku tak pernah mengeluh, meski aku cemburu dengan suamimu” ujar Dewa datar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Centaur;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Mayang membuang muka keluar, dilihatnya hamparan langit jingga yang membentang. Pemandangan sama tengah dinikmati Tiara dari balik jendela.&lt;/span&gt; &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2257748734632383321-8304579997931280454?l=dongengsenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dongengsenja.blogspot.com/feeds/8304579997931280454/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2257748734632383321&amp;postID=8304579997931280454' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2257748734632383321/posts/default/8304579997931280454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2257748734632383321/posts/default/8304579997931280454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dongengsenja.blogspot.com/2008/06/senja-di-balik-jendela.html' title='Senja Di Balik Jendela'/><author><name>RumahSenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807755992360314532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp3.blogger.com/_dN526GjLtQI/SCviqf4hcaI/AAAAAAAAAA4/e6KQozGhbbI/S220/poto+gw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_dN526GjLtQI/SFpBpCcdhGI/AAAAAAAAADA/EaNLnMnshHs/s72-c/menunggu%2Bsenja.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2257748734632383321.post-8695571445581323880</id><published>2008-05-28T06:45:00.000-07:00</published><updated>2008-11-15T07:46:24.035-08:00</updated><title type='text'>Lelaki dan Senja</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_dN526GjLtQI/SD1iPWa4QkI/AAAAAAAAAC4/UVEA5qAw3_8/s1600-h/senja-di-selat-sunda.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_dN526GjLtQI/SD1iPWa4QkI/AAAAAAAAAC4/UVEA5qAw3_8/s400/senja-di-selat-sunda.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5205424760166040130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Jendela messengerku berkedip, tanda ada pesan masuk. Aku melirik dan kutemukan sebuah nama asing tertera disana, lelaki senja&lt;i style=""&gt; &lt;/i&gt;. Di dorong rasa penasaran segera ku klik kotak messengerku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Mengejutkan, kutemukan sepotong senja disana. Senja kemerahan, seperti pipi perawan yang habis dicium pacarnya lengkap dengan deburan ombak, pasir putih serta aroma khas pantai. Alamak, Sukab-kah yang memotong mahakarya ini untukku?.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Pasti bukan, ujarku dalam hati. Pertama aku tak mengenal satu pun pria bernama Sukab. Nama Sukab yang kutahu hanya lelaki dalam cerita-cerita Seno Gumira Ajidarma, tapi dia pun sudah mencintai perempuan lain bernama Alena. Lalu adakah Sukab lain yang menggilai senja dan memotongkannya untukku?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Untuk tahu jawabannya ternyata aku tak perlu menunggu lama, kotak messengerku kembali diketuk. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;“&lt;i style=""&gt;Hallo nona, aku tahu kau menyukai senja, makanya kukirim sepotong senja untukmu&lt;/i&gt;,”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Aku tersenyum. Sudah lama tak ada yang berlaku manis seperti itu kepadaku. Tanpa menunggu lama kami pun saling bertukar cerita. Mulai dari nama, usia, tempat tinggal hingga ukuran celana. Saking asyiknya sampai aku lupa bertanya dari mana dia tahu aku menyukai senja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;******&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Dalam waktu singkat lelaki senja itu pun masuk dalam kehidupanku. Bergabung meniupkan mantra-mantra ritmis ke relung hatiku dan aku suka itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;“&lt;i style=""&gt;Kau hanya perempuan kesepian yang haus kasih sayang dan belaian di selangkangan&lt;/i&gt;”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Mungkin komentar teman itu ada benarnya. Aku memang perempuan yang sering merasa gatal pada selangkangan, tapi kalau hanya sekedar alasan birahi tentu bukan dia yang kupilih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Bercinta bagiku sama dengan memilih makanan. Walau terkesan sembarang, sebenarnya banyak kriteria yang harus dipenuhi, mulai dari penyajian, rasa hingga selera. Efek samping juga harus ditimbang masak-masak, percuma kalau perut kenyang kalau makanannya bikin kolesterol atau darah tinggi dan akhirnya Cuma bikin cepat mati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Dalam bercinta pun menganut prinsip yang sama. Keamanan nomor satu, pakai pengaman demi masa depan. Bukan hanya menghindari kehamilan, tapi juga agar terhindar dari penyakit menular seksual.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Penyakit menular seksual memang jarang yang mematikan, tapi sangat memalukan. Saat pergi kedokter kelamin, dia tak langsung menghujatmu. Namun sembari memberi antibiotik dia akan menghujanimu dengan ribuan anak pisau yang secara otomatis keluar dari matanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Tanpa konfirmasi terlebih dahulu, dia akan langsung menempelkan stempel penzina dikeningmu. Belum lagi tanpa merasa risih dia akan berbisik-bisik dengan suster sambil melirik kearahmu, seolah mereka hakim berahlak lebih baik dan berhak merajammu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Ketika kriteria tersebut terpenuhi belum tentu percintaan serta merta dapat terjadi. Bisa saja walaupun perutku keroncongan setengah mati, bisa saja lidahku enggan mengunyah makanan yang tersaji. Balik lagi ke masalah selera, bisa saja yang tersaji makanan eropa sedang saya sedang ingin makanan sunda. Atau bisa saja yang tersedia kambing guling sedangkan saya vegetarian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Namun bisa saja terjadi, perutku lapar setengah mati tapi aku tak menemukan secuil pun remah roti. Pasti aku akan gigit jari atau mengandalkan daya khayal tingkat tinggi dengan membayangkan restoran mewah bercitra rasa tinggi dengan pelayanan nomor wahid. Aku pun masturbasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Kembali pada lelaki senja, berwisata seks dengan dia tak ubahnya makan nasi goreng dipinggir jalan. Tak ada yang istimewa, entah rasa ataupun penyajiannya. Hanya memberikan rasa kenyang, tanpa meninggalkan kesan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Secara kasat mata, lelaki senja bukan sosok yang sedap untuk dipandang. Kulitnya hitam gersang terbakar matahari, rambutnya ikal tak beraturan pokoknya bukan gambaran pria-pria di dalam iklan celana dalam yang memamerkan ketampanan serta atau maskulinitas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Namun sesuatu hal yang biasa itu berhasil menyihirku. Bagai sabu yang merangsang neuron diotakku, aku selalu rindu ketika tak bercumbu. aku sendiri tak hapal apa yang kurasa, aku tak terlalu pandai untuk mengurainya dalam bentuk cerita. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Mungkin kau jatuh cinta seperti cerita syair lagu-lagu pop yang diputar ditoko-toko cina, kata seorang teman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Entahlah, ujarku membatin. Bukan aku tak mau berbagi, bukan juga karena aku ingin menyimpan cerita ini sendiri. Lalu melumatnya hingga berkeping, sehingga tak meninggalkan jejak dan hanya jadi tahi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Mungkin cinta bagiku hanya celoteh omong kosong yang ada ditelenovela. Aku memang sering bercinta, tapi aku sudah lupa rasanya jatuh cinta. Semenjak hatiku diamputasi, aku mengunci cintaku di gudang belakang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Diruang yang gelap dan pengap itu cinta kubiarkan sendiri, tak pernah kukunjungi. Mungkin hanya debu dan cicitan tikus yang menemaninya atau mungkin menggigitnya. Biar cinta itu sakit tipes atau hepatitis lalu mati, batinku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Aku tak tahu kabar cintaku sekarang. Aku sempat mau menyuntik mati, namun seorang teman melarang, lumayan untuk koleksi. Marchendise, untuk gaya-gayaan biar orang tahu aku pernah punya hati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Sudahlah, terlalu panjang untuk membahas soal cinta. Yang penting kali ini aku kembali orgasme diatas senja yang melengkung. Semburat merah tampak dari wajah kelelahan, mungkin karena terlalu lama mengejan. Dia diam, aku diam, kami sama-sama diam. Seakan kata-kata menjadi sesuatu yang langka, kekakuan yang aneh seusai bercinta. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Bukankah tapi kita bergumul, bersatu memilin rahasia pribadi. Bercumbu, mencoba menjadi satu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Kutatap mata lelaki senja yang tengah meringkuk dibalik selimut, ada damai yang selalu ingin kucium dan kukulum. Dia diam, aku diam, namun sesaat kemudian aku merasa tenggelam dalam lautan kata-kata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Masih dengan tubuh telanjang aku berlari ke gudang belakang. Lalu ku buka gembok yang berkarat. Sarang laba-laba dan bau apek seolah menjadi sebuah upacara penyambutan, apakabar teman. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Aku menebar biji mata ke setiap pojok ruangan. Beberapa saat dan akhirnya kutemukan dia. Ku temukan disudut ruang yang penuh debu, hatiku yang sudah kehilangan bentuk. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Aku senang, hingga melonjak kegirangan seperti anak kecil yang baru dibelikan mainan. Mungkin hati itu hanya tinggal secuil, itupun penuh cabik dan parut. Tapi tetap kuambil, bukan untuk kupasang lagi, melainkan kupersembahkan bagi lelaki senja. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Kuberikan hati itu pada lelaki senja, aku ingin dia memilikinya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;******&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Lama tak kudengar kabar dari lelaki senja. Sudah 120 dua puluh malam setelah hati itu keberikan hatiku padanya. Padahal dibalik &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dinding kamar aku menunggu. Sekarang bukan selangkanganku yang basah, tapi kedua bola mata. Kristal bening mengalir, membentuk aliran sungai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Warna langit mulai kelam. Semburat senja perlahan menghilang dibalik mega. Dari jendela yahoo messenger kutunggu kabarnya. Tapi lelaki senja tak kunjung online. Hanya pesan pendek yang tertinggal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Anakku sakit aku harus pulang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Jakarta 28 Mei 2008&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2257748734632383321-8695571445581323880?l=dongengsenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dongengsenja.blogspot.com/feeds/8695571445581323880/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2257748734632383321&amp;postID=8695571445581323880' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2257748734632383321/posts/default/8695571445581323880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2257748734632383321/posts/default/8695571445581323880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dongengsenja.blogspot.com/2008/05/lelaki-dan-senja.html' title='Lelaki dan Senja'/><author><name>RumahSenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807755992360314532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp3.blogger.com/_dN526GjLtQI/SCviqf4hcaI/AAAAAAAAAA4/e6KQozGhbbI/S220/poto+gw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_dN526GjLtQI/SD1iPWa4QkI/AAAAAAAAAC4/UVEA5qAw3_8/s72-c/senja-di-selat-sunda.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2257748734632383321.post-1458124149568825228</id><published>2008-05-25T01:28:00.000-07:00</published><updated>2008-11-15T07:46:24.204-08:00</updated><title type='text'>Mengapa Menikah Itu Penting?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_dN526GjLtQI/SDkm-Wa4QjI/AAAAAAAAACw/-rbTzvfxfGY/s1600-h/ck.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_dN526GjLtQI/SDkm-Wa4QjI/AAAAAAAAACw/-rbTzvfxfGY/s400/ck.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5204233697015382578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Seorang teman akan segera meninggalkan Indonesia untuk melanglang buana ke tiga negara di Eropa. Bagi saya dan teman-teman di geng Nucep tentu itu sebuah hal yang membahagiakan dan berharap semoga keberuntungan itu menular pada kami.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Teman saya itu adalah seorang perempuan sederhana yang menyenangkan. Selama saya dua tahun tinggal dibelantara Jakarta, dia merupakan salah satu “tong sampah” bagi saya untuk menuangkan unek-unek yang sebagian besar nggak penting.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Terus terang saya merasa kehilangan dan takut apakah saya akan menemukan teman sebaik dia dikemudian hari. Apabila tidak tentu saya harus menyediakan anggaran khusus serta merogoh kocek lebih dalam untuk sekedar curhat dengan dia yang berada di benua berbeda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Suatu siang yang ketika mood saya tdak begitu baik, beberapa geng Nucep asyik berdiskusi –&lt;i style=""&gt;bahasa yang lebih sopan untuk tidak menyebut bergosip&lt;/i&gt;- masalah hubungan teman saya itu dan pacarnya saat nanti dia berangkat ke Eropa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Teman saya mengatakan, ia dan pacarnya akan segera bertunangan. Hal itu bertujuan agar ada sebuah ikatan yang pasti antara mereka. Tetapi anggota pertama –&lt;i style=""&gt;perempuan yang akan segera melepas masa lajangnya Juli mendatang&lt;/i&gt;- menyarankan tidak setuju. Dia menyarankan agar teman saya itu untuk langsung menikah. Dia beralasan, bertunangan tidak menjamin langgengnya sebuah hubungan, apalagi jika jarak yang membentang cukup jauh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Anggota lain –&lt;i style=""&gt;perempuan yang akan melepas masa lajangnya akhir tahun ini&lt;/i&gt;- mencoba menganalisis dari sudut psikoanalalisis. Dia menilai teman saya ini belum siap dan belum cukup yakin dengan pasangannya. Untuk itu dia menyarankan teman saya untuk tidak usah bertunangan saja. “Siapa tahu di Eropa lo ketemu yang lain, lagian tunangan itu nanggung,” ujar dia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pertanyaan muncul dibenak saya, mengapa menikah menjadi topik yang sering didengungkan ketika perempuan menginjak usia 25 tahun. Mengapa mereka seolah merasa menikah adalah sebuah tahap untuk mencapai kesempurnaan dan tanpa itu mereka bagai malaikat yang kehilangan sayap.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Tentu saya tidak mengklaim pemikiran mereka salah. Perempuan berhak menentukkan pilihan hidupnya, seperti saya yang memilih untuk memposisikan pernikahan adalah sebuah hal yang tidak penting.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kalau disodori pertanyaan kapan saya menikah maka saya akan menjawab belum tahu. Jawaban yang tidak cerdas karena memang saya belum menemukan jawaban yang cerdas kenapa saya perlu menikah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Alasa pertama, saya yang tidak cerdas ini menilai sebagai manusia saya pencapaian belum apa-apa. Secara materi, dibandingkan teman SMA saya yang bekerja di perusaahan tambang tentu penghasilan saya tidak sampai sepersepuluhnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kedua, secara karya, saya belum menghasilkan buku atau film yang layak di apresiasi. Seorang teman menyebut saya sebagai penulis pemula yang karyanya harus banyak direvisi, dan tentu saja saya sadar akan hal itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Ketiga, saya juga merasa belum pernah membahagiakan kedua orang tua saya. Kedua orang yang dengan ikhlas membesarkan saya dengan kebandelan-kebandelan dan mau menerima saya apa adanya. Masa saya belum membahagiakan orang yang memelihara saya dari lahir, sudah harus membahagiakan orang lain –orang tua serta keluarga suami saya-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Alasan keempat banyak yang belum saya capai. Saya masih ingin menjelajahi banyak tempat, tanpa harus dibebani pikiran bagaiman anak saya dirumah atau apakah suami saya berselingkuh dengan sekertarisnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kelima, saya masih mau mencoba kebandelan-kebandelan lainnya. Saya tidak ingin bernasib seperti pacar teman saya yang notabene adalah istri orang. Saya ingin menjadi istri yang baik ketika saya menikah kelak –&lt;i style=""&gt;itu juga kalau saya menikah&lt;/i&gt;-. Pepatah mengatakan, salah satu alasan kenapa orang selingkuh ketika sudah memiliki pasangan adalah karea dia tidak puas dengan masa mudanya, -&lt;i style=""&gt;pepatah yang dibuat tanpa melalui pengujian atau survey&lt;/i&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Alasan keenam karena saya belum percaya dengan sebuah komitmen. Bahkan untuk sekedar berpacaran. Entah kalau ketidakyakinan tersebut dipicu karena saya belum bertemu laki-laki yang tepat. &lt;i style=""&gt;Only heaven know&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Alasan terakhir karena saya baru berusia 23 tahun. Seorang teman yang berusia 35 tahun mengatakan, kamu tiak akan berbicara seperti itu bila sudah berda pada posisi saya. Entahlah, semoga menikah tidak menjadi kewajiban bagi saya dan saya harus menikah karena usia saya sudah kepala tiga. Atau saya menikah karena takut dicemooh perawan tua –&lt;i style=""&gt;come on apa yang salah dengan perawan tua&lt;/i&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Saya ingin menjadikan menikah atau tidak adalah sebuah pilihan, pilihan yang diambil dengan sadar bukan karena keterpaksaan. Saya akan menikah karena saya perlu dan sekarang saya belum merasa perlu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2257748734632383321-1458124149568825228?l=dongengsenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dongengsenja.blogspot.com/feeds/1458124149568825228/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2257748734632383321&amp;postID=1458124149568825228' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2257748734632383321/posts/default/1458124149568825228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2257748734632383321/posts/default/1458124149568825228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dongengsenja.blogspot.com/2008/05/mengapa-menikah-itu-penting.html' title='Mengapa Menikah Itu Penting?'/><author><name>RumahSenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807755992360314532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp3.blogger.com/_dN526GjLtQI/SCviqf4hcaI/AAAAAAAAAA4/e6KQozGhbbI/S220/poto+gw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_dN526GjLtQI/SDkm-Wa4QjI/AAAAAAAAACw/-rbTzvfxfGY/s72-c/ck.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2257748734632383321.post-3166187839095851906</id><published>2008-05-16T01:28:00.000-07:00</published><updated>2008-11-15T07:46:24.456-08:00</updated><title type='text'>Mari Mengimpor Hantu Ke Cannes</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_dN526GjLtQI/SC1IXf4hcjI/AAAAAAAAACI/tjoyYAAOCT8/s1600-h/alice+gila.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_dN526GjLtQI/SC1IXf4hcjI/AAAAAAAAACI/tjoyYAAOCT8/s400/alice+gila.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5200892713215554098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Film Indonesia singgah ke Festival Cannes, tentu itu sebuah kabar yang membanggakan. Tidak hanya bagi insan perfilman, tapi juga bagi saya yang nonton film sebulan sekali saja belum tentu &lt;/span&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Wingdings;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Dengan semangat empat lima saya pun mendatangi konfrensi pers yang diadakan di Gedung Departemen Pariwisata itu. Agak terlambat memang, karena sebelumnya saya harus berjibaku menembus belantara Jakarta yang penuh sesak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Hadir dalam konpers tersebut, beberapa produser yang diimport dari India, Menteri Kebudayaan Jero Wacik, Irwansyah serta Sheila Marcia Yoseph. Dengan bangga Pak Menteri mengatakan akan mengirim 23 film Indonesia ke ajang bergengsi tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Namun sesaat kemudian kebanggaan saya perlahan memudar, berganti kening yang mengeryit dan tanda tanya besar ketika saya tahu film macam apa yang dikirim. Anda tertarik untuk tahu, baiklah akan saya sebutkan, mulai dari 40 Hari Bangkitnya Pocong, Hantu Ambulance hingga Kereta Hantu Manggarai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Dari sekian banyak daftar panjang film horor Indonesia, saya baru menonton dua judul –&lt;i style=""&gt;itu juga karena premier gratisan&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Wingdings;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;-, Kereta Hantu Manggarai dan Hantu Pocong Perawan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Film Hantu Pocong Perawan bisa dikatakan 90 persen menjual sensualitas Dewi Persik. Hampir sebagian besar film diisi oleh adegan mesum yang tidak pada tempatnya, yang kalaupun dihilangkan tidak menghapus esensi cerita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Diawal film anda sudah disajikan adegan Dewi Persik bergumul didalam air dengan Ramon Y Tungka. Pemilik goyang gergaji itu hanya mengenakan bikini, saya rasa bagian awal sudah cukup membuat otak anda ereksi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Tapi itu baru awal, selanjutnya anda akan terus dibombardir dengan adegan-adegan “panas” yang membuat selangkangan basah. “Cukup untuk bahan onani seminggu,” ujar seorang teman yang duduk disebelah saya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Mulai dari skenario hingga kostum yang digunakan saya rasa tidak masuk diakal. Selama saya menyandang status mahasiswa selama 4,5 tahun, saya belum pernah melihat mahasiswi yang menggunakan baju seminim yang digunakan Dewi Persik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Entah kalau logika yang mati menjadi salah satu syarat film horor Indonesia. Tapi saya yang sama sekali tidak pernah mendapatkan pendidikan seni peran menilai para pemain dapam film ini tidak berakting, kalau mau berbelas kasihan saya menganggap mereka hanya mencoba berpura-pura. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Sampai film berakhir saya masih bertanya, dimana letak keseraman filmnya, bukankah yang saya tonton ini film horor. Mungkin kalau bisa pocong akan protes karena namanya dicatut jadi judul film tadi dapet scene ga lebih dari 1/12 film. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Beralih ke Film Kereta Hantu Manggarai, walaupun film ini tak separah film pertama tapi tetap saja saya melihat ada sebuah logika terputus. Tapi film ini cukup membuat saya takut ke wc pada malam hari selama seminggu &lt;/span&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Wingdings;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Ternyata selain mengimpor TKI, Indonesia juga mengimpor hantu. Dapat dibayangkan bagaimana mahluk-mahluk dari dunia lain itu wara-wiri di Red Carpet Cannes. Tapi mungkin sebelum membayangkan hal itu aku harus membayangkan terlebih dulu bagaimana para juri yang pastinya bule itu menterjemahkan apa yang dimaksud pocong.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Entah apa yang ada dibenak Pak Menteri mengirim film-film tersebut. Padahal saya rasa masih ada film &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang masuk dalam kategori bergizi. Entahlah..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2257748734632383321-3166187839095851906?l=dongengsenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dongengsenja.blogspot.com/feeds/3166187839095851906/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2257748734632383321&amp;postID=3166187839095851906' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2257748734632383321/posts/default/3166187839095851906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2257748734632383321/posts/default/3166187839095851906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dongengsenja.blogspot.com/2008/05/mari-mengimpor-hantu-ke-cannes.html' title='Mari Mengimpor Hantu Ke Cannes'/><author><name>RumahSenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807755992360314532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp3.blogger.com/_dN526GjLtQI/SCviqf4hcaI/AAAAAAAAAA4/e6KQozGhbbI/S220/poto+gw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_dN526GjLtQI/SC1IXf4hcjI/AAAAAAAAACI/tjoyYAAOCT8/s72-c/alice+gila.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2257748734632383321.post-2734708130607906896</id><published>2008-05-16T00:10:00.000-07:00</published><updated>2008-11-15T07:46:24.732-08:00</updated><title type='text'>Maaf, Tak Ada Cinta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_dN526GjLtQI/SC02Zf4hciI/AAAAAAAAACA/SM36-beOa-w/s1600-h/pasar.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_dN526GjLtQI/SC02Zf4hciI/AAAAAAAAACA/SM36-beOa-w/s400/pasar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5200872956365992482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" schoolbook="" century="" lang="IN"&gt;Aku tak bisa pergi, ujar perempuan itu dengan pandangan tergugu, entah menatapku atau ke arah dinding putih yang membentang kosong. Mata sayu itu tampak begitu lelah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" schoolbook="" century="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" schoolbook="" century="" lang="IN"&gt;Untuk apa lagi, kataku. Aku masih mencintaimu, tukasnya lemah seakan seluruh energi yang dimilikinya terhisap habis oleh bumi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" schoolbook="" century="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" schoolbook="" century="" lang="IN"&gt;Rasa itu hanya akan mengulitimu, membuat kau jatuh dan terluka, dan kau tahu aku tak mau itu terjadi kepadamu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" schoolbook="" century="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" schoolbook="" century="" lang="IN"&gt;Aku tak tahu, ujarnya. Bibir indah itu kembali terkatup, bibir yang sering mengundang birahi dan decak iri. Seandainya aku bisa memilih, aku pun akan mengatakan tidak, ujarnya lirih. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" schoolbook="" century="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" schoolbook="" century="" lang="IN"&gt;kuterjemahkan bisu itu menjadi bait rajutan kata-kata. Membisikan sebuah rahasia yang membuatku semakin ngeri ketika ku telusuri setiap inchi yang terpahat dalam dinding-dinding malam. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" schoolbook="" century="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" schoolbook="" century="" lang="IN"&gt;Seakan merasuki sebilah desah gelisah dalam kubur yang telah terbangun berabad silam. Aku diam, dia diam, kami pun bisu sama-sama terkurung dalam labirin pikiran masing-masing. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" schoolbook="" century="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" schoolbook="" century="" lang="IN"&gt;Yang kutakutkan terjadi, seperti matahari yang menanam takut-takut pada hemofili. Dia mencintaiku sementara aku tidak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" schoolbook="" century="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" schoolbook="" century="" lang="IN"&gt;Ah, perempuan, desahku, andai dapat kubagi secuil rasa itu untukmu. Pasti sudah kucungkil dari nukleus yang paling dalam dari inti sel tubuhku. Tapi aku tak bisa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" schoolbook="" century="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" schoolbook="" century="" lang="IN"&gt;Diam masih menggenang diruangan empat kali empat. Dimana kerongkongan terasa tercekat. Senja yang mengantarkan sebuah kuning, namun bukan harapan, tapi luka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" schoolbook="" century="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" schoolbook="" century="" lang="IN"&gt;Jujur aku juga tak ingin melihat keping merah jambu itu terkoyak. Apalagi akal sehatku berkata dia begitu menggoda. Ia pantas, bahkan sangat pantas dicintai. Tapi bukan olehku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" schoolbook="" century="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" schoolbook="" century="" lang="IN"&gt;Dia berada diantara gemerlap bintang-bintang hangat. ia terbang selamanya di langit beludru gelap Tapi aku, grafitasi sialan menghempaskannya ke lembah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" schoolbook="" century="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" schoolbook="" century="" lang="IN"&gt;Puih aku hanya bisa berkata seandainya aku bisa mencintai seorang perempuan sebagai seorang kekasih. Sementara aku juga seorang perempuan. Perempuan yang tenggelam dalam sebuah gerimis yang tercetak miris.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" schoolbook="" century="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;strong style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="" schoolbook="" century="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2257748734632383321-2734708130607906896?l=dongengsenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dongengsenja.blogspot.com/feeds/2734708130607906896/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2257748734632383321&amp;postID=2734708130607906896' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2257748734632383321/posts/default/2734708130607906896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2257748734632383321/posts/default/2734708130607906896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dongengsenja.blogspot.com/2008/05/maaf-tak-ada-cinta.html' title='Maaf, Tak Ada Cinta'/><author><name>RumahSenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807755992360314532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp3.blogger.com/_dN526GjLtQI/SCviqf4hcaI/AAAAAAAAAA4/e6KQozGhbbI/S220/poto+gw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_dN526GjLtQI/SC02Zf4hciI/AAAAAAAAACA/SM36-beOa-w/s72-c/pasar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2257748734632383321.post-8460109773039066894</id><published>2008-05-16T00:01:00.000-07:00</published><updated>2008-11-15T07:46:24.854-08:00</updated><title type='text'>Topeng</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_dN526GjLtQI/SC0yiv4hcgI/AAAAAAAAABw/6GUjdR9loT8/s1600-h/topeng4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_dN526GjLtQI/SC0yiv4hcgI/AAAAAAAAABw/6GUjdR9loT8/s400/topeng4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5200868717233271298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Ia duduk didepan cermin besar. Perempuan paruh baya yang masih menyisakan gurat-gurat kecantikan. Wajahnya pucat pasi, seakan tak ada setetes pun darah mengalir didalamnya. Matanya yang sayu memandang kosong kedalam cermin seolah ada dunia lain disana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Putaran waktu sepertinya telah meninggalkan parut, tidak hanya diwajah atau kulitnya yang mulai mengkerut seperti kulit jeruk, tapi juga dihatinya. Rongga didadanya seolah kosong, karena cabikan detik demi detik yang terus berlari meninggalkan sejumlah luka menganga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Dari dua pelupuk matanya mengalir sungai kecil. Bulir demi bulir mengalir lembut, seperti alunan musik jazz favoritnya. Tunggu, ini bukan pemandangan biasa. Bukankah sorot itu yang biasa memandang begitu remeh pada dunia. Bukankah sorot itu yang selalu menengadah seolah menantang angkuh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Dibelakang perempuan itu tergantung topeng berwarna keemasan. Begitu anggun, begitu mahal. Ya, itulah wujud yang biasa aku lihat sebelumnya, wujud dingin bercap darah biru lengkap dengan gengsi yang menjulang tinggi. Golongan kaum terhormat yang terbiasa wara-wiri ditempat-tempat berkelas dengan pelayanan nomor satu. Bukan tampang kuyu tak berpengharapan seperti yang terpantul dikaca.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Dimana suara lantang yang menggelegar yang biasa aku dengar. Bicara soal politik, idealisme dan segala omong kosong tentang negara yang hampir bubar. Dimana dongeng pengantar tidur tentang negeri yang makmur yang biasa dia elu-elukan?. Mengapa yang tersisa hanya suara rintih dan isakan tertahan, seperti tikus mencicit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Disebelah kiri perempuan itu terlentang ranjang berukuran raksasa. Diatasnya seonggok daging berpenis tengah mendengkur seolah meneriakkan petualangannya diatas peraduan tadi malam. Tubuh tak berbaju itu tampak tak terusik oleh gigitan pendingin ruangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Malam tadi mereka berbagi sepi, malam tadi rintihan dan desahan seolah menjadikan mereka bagian&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tak terpisahkan..rela berbagi walau hanya seiris cabe yang melekat digigi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Malam tadi perempuan itu merasa begitu bahagia. Bukan hanya karena sekedar sentuhan lembut dipayudaranya yang mulai mengendur atau disekitar selangkangannya yang tak lagi basah. Yang membuatnya bahagia adalah tadi malam laki-laki yang lebih pantas jadi anaknya itu, mengusir sepi-sepi yang berterbangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Namun itu semua hanya untuk sementara waktu, keluar dari ruangan ini keduanya akan kembali menjejakkan kaki ke dunia nyata. Dimana nyamuk-nyamuk sepi berkeliaran untuk menggigit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Menoleh ke laki-laki yang berusia setengah dari umurnya, perempuan itu kembali tertegun. Air mata keperempuanannya kembali menitik. Mengapa malam tidak mendiktekannya secara sempurna, mengapa seperti laki-laki itu harus seperti bajingan yang lain. Datang untuk menguapkan malam, berbagi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bait puisi basi lalu pergi seperti hantu dipagi hari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;"Bukan karena kelaminku perempuan maka buatku semua lelaki adalah bajingan."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Tapi jalan hiduplah yang mencipta. Pengalaman berkali dikhianati membuat perempuan itu sakit hati. Bahkan dokter memutuskan, hatinya yang membusuk harus diamputasi. Padahal menurutnya ia sudah cukup berbaik hati, ia sematkan setiap hela napas pada laki-laki. Ia titipkan hangat ketika matahari mencongkel pagi. Tapi yang hanya perih yang ia nikmati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Senyap tanpa wujud. Desah nafas dan detak jantung: ritmis menawarkan kabut-kabut magis. Tak ada pilihan, perempuan itu harus memakai lagi topeng keemasannya. Disekanya air yang menetes dari pelupuk mata. Bayangan dicermin berganti, kini kokoh laksana kuda sembrani. Lalu perempuan itu bergegas, meninggalkan segepok uang diatas kasur dan pergi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;"Apa maumu selain tubuhku, bajingan?" tanyanya didalam hati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="vertical-align: baseline; color: rgb(0, 0, 0);" lang="IN"&gt;Awal 2008- disaat berenang dalam bimbang&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2257748734632383321-8460109773039066894?l=dongengsenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dongengsenja.blogspot.com/feeds/8460109773039066894/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2257748734632383321&amp;postID=8460109773039066894' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2257748734632383321/posts/default/8460109773039066894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2257748734632383321/posts/default/8460109773039066894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dongengsenja.blogspot.com/2008/05/topeng.html' title='Topeng'/><author><name>RumahSenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807755992360314532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp3.blogger.com/_dN526GjLtQI/SCviqf4hcaI/AAAAAAAAAA4/e6KQozGhbbI/S220/poto+gw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_dN526GjLtQI/SC0yiv4hcgI/AAAAAAAAABw/6GUjdR9loT8/s72-c/topeng4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2257748734632383321.post-5770701664296412886</id><published>2008-05-15T23:49:00.000-07:00</published><updated>2008-11-15T07:46:24.994-08:00</updated><title type='text'>Aku , Ia dan Dia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_dN526GjLtQI/SC0v5v4hceI/AAAAAAAAABg/iyGNisPR__o/s1600-h/malaikat.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_dN526GjLtQI/SC0v5v4hceI/AAAAAAAAABg/iyGNisPR__o/s200/malaikat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5200865813835379170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Cerpen seorang pemula, katamu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ia&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Sendiri, Aku duduk termenung disudut cafe di daerah Thamrin, tanpa Ia ataupun Dia. Dihadapanku tersaji secangkir cappucino hangat, dengan uap yang masih mengepul, sangat menggoda untuk dihirup. Disekitarnya, ada dua cangkir kosong dengan sedikit sisa cairan yang sama. Sementara padanannya sepotong chesse cake masih tersisa setengah, entah kenapa aku tak begitu berharsat untuk menghabiskannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Asbak dihadapanku juga sudah penuh dengan berpuluh-puluh puntung rokok. Entah untuk yang keberapa kuselipkan benda berwarna putih itu diantara bibir tipisku. Kuhisap dalam-dalam, kemudian kuhembuskan asapnya yang berbentuk lingkaran-lingkaran kecil ke udara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Arloji dilenganku sudah menunjuk pukul empat, dengan kata lain sudah dua jam aku duduk dicafe ini. Tapi Ia yang kutunggu belum juga menunjukan batang hidungnya. Rasa tak sabaran mulai menjalar. Tapi setidaknya, lukisan rinai hujan diluar kaca jendela, memberikanku sedikit alasan mengapa Ia tak juga datang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Dua puluh lima menit kemudian, Ia menampakkan diri dari mulut pintu cafe. Namun, kemunculannya tak membuat api amarahku menguap. Seperti biasa tanpa perasaan berdosa Ia mengecup keningku, lalu menarik kursi disampingku. Terlambat seolah menjadi nama tengah yang tak bisa Ia tanggalkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;“Lihat kasus Eddie Widiono di SKP3,” kata Ia sembari menunjuk headline sebuah surat kabar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Aku hanya membisu penantianku selama dua jam setengah jauh lebih penting untuk dibahas daripada penyidikan kasus korupsi pejabat yang dihentikan dengan alasan tidak cukup alat bukti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;“Sudah kuduga sejak awal kasus ini memang bau amis,” ujar Ia berpolah laksana seorang pengamat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Aku tetap bisu, wajah ini semakin kutekuk. Tapi, sama seperti yang dulu-dulu, Ia selalu tak peka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;“Kau kenapa aku sudah datang jauh-jauh, hujan pula malah kau sambut dengan wajah cemberut,” ujar Ia, kurasa sudah mulai sadar dengan ketidaksenanganku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;“Jam berapa ini” kataku mencoba bersabar agar lahar kemarahanku tak meledak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;“Jam lima, ada apa rupanya,”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Bomm,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Amarahku memuncak mengeluarkan lahar panas yang seolah tak tertahan lagi. Ingin aku muntahkan dimuka Ia, sehingga Ia sadar ada pedih dan luka yang Ia pahat, tapi yang terjadi malah kristal bening menetes dari dua muara sungaiku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Aku salah, ternyata Ia tak juga mengerti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;“Aku menunggumu sejak dua jam yang lalu,” pekikku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;“Lalu?aku kan tak berjanji untuk datang, aku hanya bilang iya, lagipula kau kan tahu setumpuk kesibukkanku,”ujar Ia seolah tak terjadi apa-apa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;“Aku tak pernah penting buatmu,” kataku disela isak yang semakin mengeras.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;“Kalau kau tak penting aku takkan kemari meninggalkan metting-metting pentingku,” ujar Ia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;“Aku tak sanggup,” ujarku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;“Ya sudah, aku tak memaksa kau tetap dalam komitmen ini, kau bisa pergi kapan pun kau mau” kata Ia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Sesaat aku terpaku, namun tak lama, kukumpulkan sisa tenaga yang kumiliki, mencoba bangkit dari kursi dan beranjak pergi meninggalkannya. Kuacuhkan rintik hujan membelai tubuhku dengan tak bersahabat. Dan lagi-lagi seperti yang dulu-dulu Ia tak berusaha menyusulku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Di dalam taksi tangisku kembali meledak, aku begitu tak berdaya dihadapan Ia. Kuseka kristal bening bercampur air hujan yang membanjiri wajahku, aku tahu disaat-saat seperti ini aku butuh Dia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dia&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Segera kutekan nomor telepon genggam Dia, yang sengaja tidak kusimpan didalam memori handphone karena takut Ia curiga, tapi begitu melekat didalam kepalaku. Dua kali kucoba, belum juga diangkat, baru yang ketiga kudengar suaranya diujung telepon.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;“Ada apa Raya,” sapa Dia lembut seolah memahami gejolak perasaanku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;“Ia menyakitiku lagi,” ujarku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;“Kau bisa kemari kalau kau butuh aku,” kata Dia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Segera ku perintahkan supir taksi untuk memutar arah menuju rumah Dia. Jalanan yang basah seakan tak menyurutkan niat masyarakat jakarta untuk keluar rumah. Jalanan tetap saja macet, dan taksiku satu diantara kendaraan yang merayap&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di aspal Jakarta,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berusaha menembus kemacetan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Sesaat kemudian aku sudah berhenti didepan rumah bergaya minimalis milik Dia. Aku langsung bergegas turun dan mengetuk pintu seakan tak sabar untuk menghambur larut dalam pelukan Dia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Benar, Dia membuka pintu dan menyapaku dengan senyuman hangat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;“Kau basah Raya, masuklah biar kuambilkan handuk untuk mengeringkan tubuhmu,” ujar Dia. Aku pun duduk diruang tamunya yang asri, sesaat dia kembali membawa handuk dan secangkir coklat hangat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;“Coklat hangat, kurasa lebih baik, karena aku tahu kau sudah menegak bergelas-gelas kafein,” ujarnya lembut. Tak kuasa bendungan pertahananku pun jebol, bulir-bulir bening itu kembali tumpah dipundak Dia. Dan Dia pun membelai rambutku, memberikan semacam energi baru untuk bangkit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perempuan itu buat Ia&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Aku mencintai perempuan itu, walau kuakui awalnya adalah ketidaksengajaan. Perempuan itu tidak cantik, jauh dari cintaku yang begitu. Namun ketika ia mampu menepis sepi-sepiku, rasa itu mulai tumbuh. Apalagi melihat kemandirian dan semangat hidupnya yang begitu besar, sehingga menular kepadaku yang hanya memiliki semangat hidup sebesar biji sawi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Kuakui aku suka dengan tawa renyahnya, lepas seakan dialah pemilik dunia. Aku juga mulai candu dengan mata indah atau aroma tubuhnya. Singkat kata, ia mulai menyatu dalam detakku, perempuan yang selalu tergopoh, sehingga akhirnya selalu ketinggalan barang-barangnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Aku selalu tersenyum mengingat dia, karena sifat cerobohnya, hampir setiap hari perempuan itu kehilangan pulpen padahal sebagai seorang pewarta, pulpen adalah senjatanya. Entah sudah beberapa kali ia mengeluh karena handphone atau dompet raib dari tasnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Hanya saja, terkadang perempuan itu bisa menjelma menjadi sosok gadis berusia lima tahun yang akan menangis sekuat tenaga bila keinginannya tak terpenuhi. Egois dan keras kepala, itulah yang membuat aku tanpa sadar membuat carut dihatinya. Kerapkali ia tersedu karenaku, aku tahu dia luka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Menyesal, rasa itu menyusup kedalam ragaku. Tapi perempuan itu tak pernah tahu, dia menganggapku keras bagai baja. Tidak perempuanku, aku lunak bagai lilin, yang mudah meleleh. Hanya saja aku laki-laki, lelaki tak boleh tampak lemah walau untuk sekedar menunduk.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dia&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Aku tak tahu kapan tepatnya dia masuk dalam kehidupanku. Yang pasti saat hubungan aku dan Ia, berubah seperti neraka, Dia muncul laksana malaikat Ridwan yang menghembuskan angin surga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Dia yang selalu menentramkan gelisahku dan mendongeng tentang kerajaan utopia. Dan muncul sebagai Arjuna dalam mimpi burukku. Dia berikan aku secercah horizon harapan, yang mulai membuatku mabuk terbuai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Tapi itu tak lama, Dia pun mulai menunjukan sifat alami seorang lelaki, dominan dan ingin menguasai. Bagai baginda raja, Dia mulai memberiku berbagai titah mulai dari hal sepele seperti menurunkan berat badan (Dia tak begitu suka dengan tubuh “berisiku”), mengubah cara bercandaku atau hal sepele lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Kenapa aku menyebutnya sepele? Karena menurutku yang paling berat adalah aku tidak selalu bisa mendapatinya disaatku butuh. Aku tak mempunyai otoritas menghubunginya bahkan untuk sekedar mengirimkan pesan pendek kepada Dia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Aku tahu dan Dia sudah bercerita kalau ada perempuan lain disudut sana. Perempuan yang begitu Dia puja. Perempuan yang selalu Dia jaga seolah begitu rapuh, sehingga dapat terburai hanya karena terkena semilir angin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Tanpa sadar Dia ikut menabur luka ..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perempuan itu Bagi Dia&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Perempuan yang menyenangkan, tapi sayang datang sedikit terlambat. Ia hadir saat hatiku sudah penuh sesak dengan nama-nama sehingga aku sedikit ingin muntah. Perempuan itu hadir disaat subuh, saat hari diselimuti kabut putih. Disaat aku tak bisa..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Aku lelaki pongah dengan tangan menyilang di dada. Aku berjalan dengan kepala menengadah. aku bersayap putih tapi aku iblis. Aku akan terus berjalan dengan mata-mata indah menawan pikiranku. Tanpa melihat ke luar, tanpa mendengar kegaduhan. Sendiri, sepi, punggung membungkung, tangan menyilang Sedih, dan siang pun bagai malam bagiku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Tapi itu sandiwara perempuan, percayalah aku tak sekuat yang tampak. Tak mengapa bukan, sekarang kita semua sedang berlaga diatas pentas. Menjadi kau menjadi perempuan, aku sebagai laki-laki, kau menjadi wartawan, aku menjadi pelukis, menjadi pejabat, artis, pelacur semua sama..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aku, Ia dan Dia&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Seperti biasanya malam ini tampak pekat. Tapi tidak seperti biasanya malam kali ini kulalui tanpa Ia maupun Dia. Jujur aku masih rindu lengan Ia yang setia melingkar di pinggang sewaktu aku tidur. Atau cerita-cerita Dia tentang lembayung merah dikanvas langit. Tapi ada yang lebih baik dari keduanya, sendiri dan menapaki waktu tanpa Ia ataupun Dia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Diakhiri dengan melankolis karena kamu sedang berenang dibenakku&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2257748734632383321-5770701664296412886?l=dongengsenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dongengsenja.blogspot.com/feeds/5770701664296412886/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2257748734632383321&amp;postID=5770701664296412886' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2257748734632383321/posts/default/5770701664296412886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2257748734632383321/posts/default/5770701664296412886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dongengsenja.blogspot.com/2008/05/aku-ia-dan-dia.html' title='Aku , Ia dan Dia'/><author><name>RumahSenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807755992360314532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp3.blogger.com/_dN526GjLtQI/SCviqf4hcaI/AAAAAAAAAA4/e6KQozGhbbI/S220/poto+gw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_dN526GjLtQI/SC0v5v4hceI/AAAAAAAAABg/iyGNisPR__o/s72-c/malaikat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2257748734632383321.post-7251151763303474359</id><published>2008-05-14T23:55:00.000-07:00</published><updated>2008-11-15T07:46:25.178-08:00</updated><title type='text'>Trauma Selangkangan Film Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_dN526GjLtQI/SCvgnP4hcYI/AAAAAAAAAAs/ob6h2J8_twQ/s1600-h/alice_lg.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_dN526GjLtQI/SCvgnP4hcYI/AAAAAAAAAAs/ob6h2J8_twQ/s320/alice_lg.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5200497159612494210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Hari masih muda, matahari masih malu-malu menyelinap masuk dari rongga jendela kamarku. Dengan kantuk yang bergelayut dipelupuk mata, kupaksakan untuk beranjak bangun dan memulai hari. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Setengah sadar, aku meraba ke samping tempat tidur untuk mencari telepon genggam. Ritual yang biasa kulakukan untuk memulai hari. Ternyata ada beberapa pesan pendek yang masuk ke benda kecil yang sudah menjadi kebutuhan primer bagi manusia abad 21.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;“Kami mengundang rekan-rekan media untuk menghadiri selamatan film A&lt;i style=""&gt;nda Senang, Saya Loyo &lt;/i&gt;di Cafe Venezia Taman Ismail Marzuki Jakarta”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Pada pesan pendek tersebut juga dicantumkan para pemeran film tersebut yang akan hadir. Kebanyakan -untuk tidak menyebut semua- adalah artis kelas dua yang kualitas aktingnya dipertanyakan. Damn, batinku, seks lagi, seks lagi. Apa tidak ada masalah lain yang lebih penting untuk disampaikan, apa permasalahan bangsa ini hanya disekitar masalah selangkangan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Sejak Quicki Express yang berkisah tentang agen penyedia jasa “gigolo” meraih kesuksesan –dilihat dari kacamata jumlah penonton-, sejumlah film maker seolah latah untuk membuat komedi seks. Lahirlah film-film yang menjual kekonyolan beraroma mesum seperti Extra Large, DO, Big Size Mas dan yang saat ini masih dicekal ML.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Dari segi cerita satu film dengan yang lain nyaris beda tipis. Rata-rata menjual lelucon yang ujung-ujungnya tak jauh-jauh dari ranjang. Memang tak bisa dipungkiri, menjamurnya film bergenre komedi seks banyak ditonton oleh penonton.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Tema seks dalam film Indonesia bukanlah cerita baru, bahkan bisa dikatakan sebagai lagu lama yang diputar ulang –semoga kasetnya bukan bajakkan&lt;/span&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Wingdings;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;-. Pada akhir 80-an hingga awal 90-an film indonesia dibanjiri oleh film yang menyuguhkan tontonan Sekwilda –seputar wilayah dada- dan Bupati –buka paha tinggi tinggi-.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Dibioskop-bioskop terpampang poster-poster film dengan judul “menyeramkan” seperti &lt;/span&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Bebas Bercinta, Ranjan&lt;/span&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;g Cinta, Gairah Terlarang, Gejolak Nafsu, Permainan Erotik, Sentuhan Erotik. Tanpa menoton aku rasa anda sudah tahu cerita macam apa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Maraknya genre film erotis pun membawa angin segar bagi sejumlah artis bertubuh molek, mulai dari Sally Marcellina, Yurike Prastika, Gitty Srinita, Kiki Fatmala serta Ineke Koesherawati. Sedangkan untuk pemain prianya muncul nama Ibra Azhari –adik Ayu Azhari yang sedang menginap di Cipinang karena terjerat kasus narkoba-.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Namun euphoria itu hanya berlangsung sementara, beberapa waktu kemudian perfilman Indonesia mati suri. Banyak alasan yang menjadi penyebab matinya film Indonesia. Mulai dari menjamurnya TV swasta nasional, masuknya era VCD serta DVD sehingga penonton lebih nyaman nonton dirumah, serta keseragaman tema yang membuat para penonton bosan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Di era berikutnya muncullah Garin Nugroho lewat film &lt;i style=""&gt;Cinta dalam Sepotong Roti&lt;/i&gt;. Warna baru yang coba dituangkan Garin memang tidak begitu mendapatkan sambutan yang meriah. Melalui bahasa yang berbeda film Garin dianggap terlalu larut dalam dunianya. Tapi tak dapat dipungkiri, sejak saat itu jantung film Indonesia mulai berdetak, meski masih sangat lemah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Selanjutnya muncul film anak-anak Petualangan Sherina besutan sutradara Riri Riza. Film musikal yang diproduseri oleh Mira Lesmana tersebut berhasil meraup sukses dan menghantarkan Sherina menjadi artis cilik yang paling populer dimasa itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Seolah tak puas, diawal tahun 2000-an Mira melahirkan film Ada Apa Dengan Cinta yang mempopulerkan Dian Sastro serta Nicholas Saputra. Keduanya menjadi ikon remaja. Gaya berpakaian, bicara, rambut mereka pun menjadi &lt;i style=""&gt;trend setter&lt;/i&gt; dikalangan anak muda. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Gaya seragam sekolah Dian Sastro difilm tersebut yang mengenakan potongan baju &lt;i style=""&gt;junkies&lt;/i&gt; serta kaos kaki panjang &lt;i style=""&gt;ala&lt;/i&gt; pemain sepak bola menjadi seragam sekolah anak gaul dikota-kota besar pun mewabah.Dari situ arah perfilman Indonesia pun berubah. sinetron serta film bertema remaja merajalela. Para pemain yang sudah berumur tersingkir. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Gairah kebangkitan film Indonesia bangkit. Sejumlah sineas muda muda muncul memberikan semangat baru. sejumlah film bergizi diproduksi, sebut saja Opera Jawa, Nagabonar Jadi 2, Tiga Hari Untuk Selamanya, dll.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;Namun belakangan ini arah trend kembali bertiup ke sekitar paha, dada dan ranjang. Atas nama pasar, keseragaman tema dicetak. Apa ini tanda malaikat maut tengah bersiap mencabut nyawa film produksi anak negeri? Semoga tidak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2257748734632383321-7251151763303474359?l=dongengsenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dongengsenja.blogspot.com/feeds/7251151763303474359/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2257748734632383321&amp;postID=7251151763303474359' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2257748734632383321/posts/default/7251151763303474359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2257748734632383321/posts/default/7251151763303474359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dongengsenja.blogspot.com/2008/05/trauma-selangkangan-film-indonesia.html' title='Trauma Selangkangan Film Indonesia'/><author><name>RumahSenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807755992360314532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp3.blogger.com/_dN526GjLtQI/SCviqf4hcaI/AAAAAAAAAA4/e6KQozGhbbI/S220/poto+gw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_dN526GjLtQI/SCvgnP4hcYI/AAAAAAAAAAs/ob6h2J8_twQ/s72-c/alice_lg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2257748734632383321.post-709538045254573346</id><published>2008-05-14T05:39:00.000-07:00</published><updated>2008-11-15T07:46:25.405-08:00</updated><title type='text'>Garin Nugroho Tentang Film, Pasar dan Bunuh Diri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_dN526GjLtQI/SCvJMP4hcWI/AAAAAAAAAAc/Kej5gT0iOFQ/s1600-h/eksotisme+pria+jawa1.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_dN526GjLtQI/SCvJMP4hcWI/AAAAAAAAAAc/Kej5gT0iOFQ/s400/eksotisme+pria+jawa1.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5200471406988587362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berbicara mengenai perfilman Indonesia, tak genap rasanya jika tidak menyebut nama Garin Nugroho. Anak dari pasangan Soetjipto Amien dan Mariah ini memang menjadi salah satu tokoh yang berperan dalam membangkitkan kembali film Indonesia dari tidur panjangnya. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Namun siapa sangka jika pria yang terlahir dengan nama Nugroho Riyanto ini dulunya adalah seorang bocah pelupa yang kerap larut dalam dunianya sendiri. Pernah suatu kali, Garin kecil disuruh mengantarkan surat ke rumah seorang kerabatnya di Kampung Jagalan. Sadar akan sifat pelupanya, Garin pun membawa surat dengan cara menyelipkan surat itu dibibirnya. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Dalam perjalanan anak keempat dari delapan beraudara ini kembali asyik dalam dunianya. Alih-alih mengantarkan surat, Garin malah menonton pertandingan sepak bola di alun-alun utara Yogya. Parahnya lagi, bukan hanya "gagal" mengantarkan surat, usai menonton Garin pulang ke rumah jalan kaki. "Saya lupa kalau tadi pakai sepeda," kenangnya sambil tertawa. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Meski pelupa bukan berarti Garin bodoh, sejak SD ia tak pernah absen masuk dalam tiga besar di kelasnya. Terbukti setelah tamat sekolah, Garin berhasil masuk ke tiga universitas negeri UGM, IKJ, dan UI. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Bakat seni Garin sudah menonjol sejak kecil, hal itu tak terlepas dari didikan kedua orang tuanya. Rumahnya yang berbentuk joglo sering dijadikan tempat latihan menari, menabuh gamelan, latihan musik-musik Barat, bahkan untuk pesta dansa. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Bagi Garin, film bukanlah dunia baru, sejak kecil pria kelahiran Yogyakarta 6 Juni 1961 ini sudah menjadi penggila film. Lulus dari Jurusan Sinematografi IKJ tahun 1985, Garin mulai rajin membuat film dokumenter, beberapa di antaranya berhasil menyabet penghargaan. Gaung namanya pun semakin terdengar oleh khalayak setelah menyutradarai film cerita. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Sayangnya banyak pihak yang beranggapan jika film Garin terlalu berat bagi orang awam dan hanya pantas dilempar ke festival. Namun pria yang juga sempat mengenyam pendidikan di Fakultas Hukum UI ini menepis anggapan tersebut. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;   Ia mencontohkan, film &lt;em&gt;Cinta Sepotong Roti &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;Daun di Atas Bantal &lt;/em&gt;yang di terima semua kalangan masyarakat. Bahkan ia balik bertanya, siapa sutradara komesil Indonesia yang filmnya &lt;em&gt;box office&lt;/em&gt; semua. "Mari kita lihat Rudi Soedjarwo, Nia Dinata, Mira Lesmana berapa persen film mereka yang box office, paling hanya 30 persen, sama seperti saya," ujar Garin dalam sebuah percakapan santai dengan &lt;em&gt;Jurnal Nasional, &lt;/em&gt;di Batavia Cafe Jakarta (16/4).   &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;   Garin juga membuktikan, slogan &lt;em&gt;inga-inga &lt;/em&gt;yang dibuatnya untuk iklan layanan masyarakat mengenai pemilu atau iklan Bank Indonesia, "3D", dilihat, diraba, diterawang, bisa dipahami bahkan cukup melekat oleh kalangan bawah sekalipun. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Ayah empat orang anak ini melihat, kelemahan film Indonesia hanya mengikuti satu jenis pasar. Padahal, menurut dia, hal itu merupakan bentuk pengkhianatan terhadap penonton yang pada akhirnya akan mematikan perfilman Indonesia. "Pasar itu terlalu kaya untuk kita rendahkan dan kita ikuti, para penciptanyalah yang seharusnya memahami manajemen ide" tuturnya. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;   Ia yakin setiap ide ada pasar tersendiri. Seperti film &lt;em&gt;Rindu Kami Padamu, &lt;/em&gt;contohnya, di Indonesia hampir semua kalangan menyukainya, sementara di Eropa hanya kelas menengah saja, para seniman besarnya tidak terlalu suka melodrama. "Seperti saat kita membuat makanan saja, kalau orangnya terampil &lt;em&gt;nggak &lt;/em&gt;perlu khawatir atau menipu diri sendiri.   &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;   Garin mengaku, dirinya bukanlah orang yang ambisius dari segi penonton. Ia tak berkecil hati ketika film &lt;em&gt;Opera Jawa &lt;/em&gt;sepi penonton. "Di Eropa yang tingkat pendidikannya tinggi, produser saya mantan &lt;em&gt;directur contempory art of London &lt;/em&gt;saja bilang, 'Rin pasarmu di sini hanya lima persen.' Masa saya harus maksa supaya film saya laku di Indonesia."   &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;   Bagi Garin mengukur kemampuan diri adalah suatu hal yang penting. Pernah suatu ketika, Raam Punjabi meminta masukkan &lt;em&gt;Denias &lt;/em&gt;atau &lt;em&gt;Opera Jawa &lt;/em&gt;yang dikirim ke ajang Oskar, dan Garin menjawab &lt;em&gt;Denias. &lt;/em&gt;"Jadi orang itu ya &lt;em&gt;mbok ngukur&lt;/em&gt; diri. Kalau &lt;em&gt;Daun di Atas Bantal &lt;/em&gt;saya masukkan karena saya yakin akan masuk 20 besar, karena jenisnya sesuai dengan Amerika. Sebuah pemikiran sederhana, kenapa kira harus rakus," papar Garin. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;   &lt;strong&gt;Antara Slank dan Pramoedya&lt;/strong&gt;   &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;   Berbicara mengenai karya berikutnya, saat ini Garin tengah menyelesaikan filmnya yang berjudul &lt;em&gt;Under the Tree&lt;/em&gt;. Film yang dimainkan oleh Marcella Zaliaty, Nadia Shapira, serta Ikranegara ini rencananya akan diputar bulan Juni mendatang. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Garin bertutur, film terbarunya bercerita tentang cinta yang berbeda, tak sekadar hubungan laki-laki dan perempuan. Tak hanya itu, penonton pun akan dibawanya untuk merasakan apa yang disebut depresi hidup. "Sudah terlalu banyak film bahagia di Indonesia, masa tak boleh ada film yang bercerita tentang kesedihan," kata suami dari Riani Ekaswati. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Ia melihat, bangsa ini penuh bunuh diri baik ibu-ibu maupun anak-anak, nah bukankan sesuatu hal yang gila jika filmnya bahagia semua "Kadang-kadang kamu harus merasakan luka dan sakit, dengan itu kamu akan merasakan kehidupan. Itu yang penting dalam film-film seni," ujar Garin. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;   Berbeda dengan film-filmnya yang lalu, di film &lt;em&gt;Under the Tree&lt;/em&gt; Garin menawarkan pola gerak kamera yang kontemporer, cerita yang berjalan cepat dan Pemandangan Bali yang tidak didapatkan dalam film-film lain. "Kalau nonton film saya pasti mendapatkan sesuatu yang baru, percaya sama saya," katanya berpromosi. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;   Selain menggarap &lt;em&gt;Under the Tree&lt;/em&gt;, Garin juga tengah menyiapkan film musikal tentang grup musik Slank berjudul &lt;em&gt;Generasi Biru &lt;/em&gt;serta film &lt;em&gt;Bumi Manusia, &lt;/em&gt;yang diangkat dari novel dengan judul yang sama karya Pramoedya Ananta Toer. "&lt;em&gt;Under the Tree&lt;/em&gt; punya pasar sendiri, &lt;em&gt;Generasi Biru &lt;/em&gt;punya pasar sendiri, &lt;em&gt;Bumi Manusia &lt;/em&gt;punya pasar sendiri. Seluruh karya punya pasar, pasar itu terlalu luas jika dilihat hanya dari satu sudut pandang," urainya.   &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;   Mengenai &lt;em&gt;Generasi Biru &lt;/em&gt;serta &lt;em&gt;Bumi Manusia, &lt;/em&gt;Garin tak mau terlalu banyak angkat bicara. Hanya sebagai bocoran pada film &lt;em&gt;Generasi Biru &lt;/em&gt;ia akan melibatkan sutradara muda untuk dapat &lt;em&gt;feel&lt;/em&gt;-nya. "Saya adalah Slankers dan saya cinta Pramoedya," pungkasnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2257748734632383321-709538045254573346?l=dongengsenja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dongengsenja.blogspot.com/feeds/709538045254573346/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2257748734632383321&amp;postID=709538045254573346' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2257748734632383321/posts/default/709538045254573346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2257748734632383321/posts/default/709538045254573346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dongengsenja.blogspot.com/2008/05/garin-nugroho-tentang-film-pasar-dan.html' title='Garin Nugroho Tentang Film, Pasar dan Bunuh Diri'/><author><name>RumahSenja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807755992360314532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp3.blogger.com/_dN526GjLtQI/SCviqf4hcaI/AAAAAAAAAA4/e6KQozGhbbI/S220/poto+gw.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_dN526GjLtQI/SCvJMP4hcWI/AAAAAAAAAAc/Kej5gT0iOFQ/s72-c/eksotisme+pria+jawa1.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
